Berita Nasional

Menkeu Sri Mulyani Beri Hadiah Rp10 Miliar untuk Provinsi yang Berhasil Mengendalikan Inflasi

Dana diberikan karena mereka bisa menekan inflasi secara tajam dari bulan Mei 2022 ke bulan Agustus 2022.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
KOMPAS/SIGID KURNIAWAN
Menteri Kuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada wartawan terkait realisasi APBN triwulan pertama 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018). 

TRIBUNSOLO.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan dana insentif daerah (DID) rata-rata sebesar Rp10 miliar, untuk provinsi yang berhasil mengendalikan inflasinya dengan baik.

Dana tersebut diberikan karena mereka bisa menekan inflasi secara tajam dari bulan Mei 2022 ke bulan Agustus 2022.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa September 2022, Senin (26/9/2022).

"Bapak Presiden selama ini memimpin dan meminta kepada daerah betul-betul mengendalikan harga-harga yang memang bisa dikendalikan,"

"Terutama dari komoditas-komoditas pangan yang bisa diantisipasi dan yang berhasil diberikan hadiah," kata Sri Mulyan seperti dikutip Kompas.TV dari Antara.

Baca juga: Tak Profesional Tangani Kasus Brigadir J, Ipda Arsyad Daiva Gunawan Dijatuhi Sanksi Demosi 3 Tahun

Ia merinci, Kalimantan Barat mendapat Rp10,83 miliar, Bangka Belitung Rp10,81 miliar, Papua Barat Rp10,75 miliar, Sulawesi tenggara Rp10,44 miliar, serta Kalimantan Timur dan Yogyakarta masing-masing Rp10,41 miliar.

Kemudian Provinsi Banten senilai Rp10,37 miliar, Jawa Timur dan Bengkulu masing-masing Rp10,33 miliar, serta Sumatera Selatan Rp10,32 miliar.

Lalu ada juga 15 kabupaten yang mendapat hadiah karena telah berkinerja baik dalam menekan angka inflasi.

Yakni Belitung sebesar Rp10,88 miliar, Tabalong Rp10,68 miliar, Sintang Rp10,66 miliar, Merauke Rp10,53 miliar, Kotawaringin Timur Rp10,53 miliar, serta Banyumas Rp10,47 miliar.

Baca juga: Oknum Polwan di Pekanbaru yang Aniaya Pacar Adiknya, Kini Ditahan dan Ditetapkan Sebagai Tersangka

Selanjutnya, Kabupaten Bulukumba sebanyak Rp10,46 miliar, Cilacap, Sumba Timur, dan Sumenep masing-masing Rp10,44 miliar, Kudus Rp10,42 miliar, Manokwari Rp10,41 miliar, Banyuwangi Rp10,4 miliar, Indragiri Hilir Rp10,38 miliar, dan Jember Rp10,36 miliar.

Kemudian, terdapat pula 15 kota yang mendapat DID atas kerja keras melawan inflasi, yaitu Singkawang senilai Rp10,91 miliar, Sorong Rp10,66 miliar, Tual Rp10,62 miliar, Pontianak Rp10,6 miliar, Pangkalpinang Rp10,54 miliar, serta Lhokseumawe Rp10,47 miliar.

Lalu, Kota Kendari Rp10,45 miliar, Kota Pematang Siantar Rp10,44 miliar, Parepare dan Probolinggo masing-masing Rp10,42 miliar, Balikpapan, Metro, dan Samarinda masing-masing Rp10,4 miliar, serta Tasikmalaya Rp10,39 miliar.

"Mereka-mereka ini yang diberikan insentif daerah dengan rata-rata hadiahnya adalah sekitar Rp10 miliar kepada daerah yang berprestasi mengendalikan inflasi di daerah masing-masing," ujarnya.

Baca juga: Mawar AFI Siap Lepas Status Janda, Diajak Nikah Pengusaha Berstatus Duda Asal Singapura: Doain Aja

Sementara itu, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengingatkan, DID sifatnya hanya sebagai komponen pelengkap dalam mengendalikan inflasi di daerah.

Halaman
12
Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved