Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo

Update Kondisi Bripka Dirgantara, Korban Ledakan Paket di Aspol Sukoharjo: Belum Sadar, Masih di ICU

Kondisi Korban ledakan Aspol Sukoharjo yakni Bripka Dirgantara Pradipta masih koma, dia masih dalam pantauan dokter di ICU.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Kondisi di Aspol Grogol setelah ledakan paket mercon, Senin (26/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bripka Dirgantara Pradipta (35) korban ledakan paket di Asrama Polisi (Aspol) Sukoharjo masih dalam kondisi kritis. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Alfian Nurrizal.

"Perkembangan saat ini untuk korban masih di ruangan ICU dan kondisinya masih dinamis, artinya masih masa kritis dan belum sadarkan diri," katanya Sabtu (1/10/2022). 

Saat ini, Bripka Dirgantara masih dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moewardi, Solo. 

Usai ledakan itu, Bripka Dirgantara diketahui menjalani operasi untuk kaki bagian kirinya. 

Menurutnya, saat ini dokter juga masih memantau kondisi Bripka Dirgantara secara intensif. 

"Mohon doanya masyarakat Kota Solo, semoga anggota kami diberi kesehatan dan pulih kembali. Belum sadar, masih satu dua Minggu ini," ungkapnya. 

Karena kondisi yang belum sadarkan diri, Pihak Kepolisan belum bisa memintai keterangan dari Bripka Dirgantara

"Belum bisa dimintai, karena masih dirawat di ICU sehingga tunggu masa kritis," jelasnya. 

Menurutnya, saat ini baru ada dua orang yang dimintai keterangan.

Baca juga: Imbas Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo, Bocah Trauma, Menangis Sejadi-jadinya karena Ketakutan

"Baru dua dimintai keterangan di Polresta Surakarta," ungkapnya. 

Sebelumnya, Bripka Dirgantara Pradipta (35) menjadi korban ledakan paket berisi mercon di Asrama Polisi (Aspol) Grogol, Sukoharjo pada Minggu (25/9/2022) malam. 

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan barang bukti tersebut merupakan hasil sitaan Polres Surakarta pada April tahun 2021 jelang hari raya.

"Benar telah melakukan kegiatan kepolisian yaitu dilakukan penangkapan atau pengamanan barang bukti, yang kemungkinan, saat itu, dibawa pulang," kata Kapolda, Senin (26/9/2022).

Dirinya menjelaskan sebelum meledak barang bukti tersebut hendak dilakukan pemusnahan yang tidak sesuai prosedur oleh korban yakni Bripka Dirgantara

"Berdasarkan keterangan saksi mau dibakar oleh anggota kita sehingga mengakibatkan meledak," jelasnya. 

Dirinya belum bisa memastikan apakah ada unsur kelalaian dari korban hingga menyebabkan barang bukti tersebut meledak. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved