Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo
Imbas Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo, Bocah Trauma, Menangis Sejadi-jadinya karena Ketakutan
Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo menimbulkan trauma bagi seorang anak yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo menimbulkan trauma bagi seorang anak yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.
Saat kejadian, anak tersebut ND sedang berada di rumah seorang diri.
Akibatnya, sempat beberapa kali ND yang masih SMP itu menangis karena merasa ketakutan.
Ibunda ND, TR mengatakan saat kejadian, anak sulungnya itu berada di rumah seorang diri.
Dia dan kedua adik ND saat itu sedang pergi ke toko perabot yang letaknya kurang lebih dua kilometer dari rumahnya.
Sementara itu, sang ayah menurutnya saat itu sedang berada di wilayah Colomadu, sehingga ND yang saat itu sedang mengerjakan tugas sekolah berada di rumah seorang diri.
"Kak tak tinggal dulu ya? Iya Mah aku juga mau mau ngerjain tugas," ujar TR mengulang percakapan dengan ND, kepada TribunSolo.com, Senin (26/9/2022).
TR mengaku, saat sampai di toko perabot itu, dia mendengar dentuman yang cukup keras.
Dia mengira, suara dentuman itu adalah ledakan trafo.
Usai mendapatkan barang yang dicari, TR langsung kembali ke rumahnya yang letaknya berjarak empat rumah dari lokasi ledakan.
Betapa kaget, saat sampai di lingkungan rumah, gang tempat tinggalnya sudah penuh dengan kerumunan orang.
TR langsung bergegas mencari ND, anak sulungnya itu.
Baca juga: Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo Lukai Bripka Dirga, Pengamat : Itu Masuk dalam Kategori Teror
Baca juga: Penjelasan Polda Jateng soal Ledakan Asrama Polisi Sukoharjo : Bukan Terorisme
"Saya langsung masuk, anak saya sudah di kamar sendiri sudah menangis. Sempat di tolong tetangga, tapi tetangga saya juga punya anak jadi wira-wiri (bergantian)," jelasnya.
Dia mengatakan, ND saat itu benar-benar ketakutan, bahkan saat diajak berdiri untuk keluar rumah, ND menolak dengan alasan takut.