Berita Solo Terbaru

Ajarkan Siswa Cinta Lingkungan, SD Muhammadiyah 2 Surakarta Buat Projek dari Barang Bekas

SD Muhammadiyah 2 Surakarta tengah melakukan proyek mengolah barang bekas. Ini bentuk dari penerapan kurikulum merdeka.

Penulis: Eka Fitriani | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Penampakan SD Muhammadiyah 2 Surakarta. 

Laporan wartawan Tribunsolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Siswa SD Muhammadiyah 2 Surakarta saat ini tengah disibukkan dengan pembuatan projek dari barang bekas.

Kegiatan tersebut diikuit oleh puluhan siswa dari kelas 1 SD yang dimulai dengan memungut sampah dari lingkungan sekitar.

Projek yang dimulai dari bulan Juli 2022 tersebut dilakukan agar siswa memiliki rasa peduli terhadap lingkungan.

“Dari awal tahun ajaran baru tersebut kami mulai dengan siswa memungut sampah dan memasukkan ke tempat sampah, kami ingin memulai kebiasaan tersebut dulu sejak dini,” kata guru kelas 1B SD Muhammadiyah 2 Surakarta, Winarni Selasa (4/9/2022) siang.

Tahun ajaran baru 2022/2023, SD Muhammadiyah 2 Surakarta telah menerapkan kurikulum merdeka untuk yang pertama kalinya.

Sehingga, tahun ini kelas 1 dan 4 SD menjadi kelas pertama yang menerima kurikulum merdeka sedangkan untuk kelas 2, 3, 5 dan 6 masih menggunakan kurikulum 2013.

Baca juga: Performing Art Hingga Workshop dari 85 Sekolah Berbagai Jenjang Bakal Semarakkan Kreasso 2022

“Setelah memungut sampah, kami juga memanfaatkan sampah untuk membuat prakarya,” katanya.

“Siswa dikelompokkan untuk mendapatkan pelajaran terkait kreasi dari barang bekas mulai botol bekas hingga tas kresek,” katanya.

Projek tersebut dilakukan khusus setiap hari Jumat.

“Kami beri jam tersendiri untuk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tersebut, sehingga siswa fokus,” katanya.

“Tema yang sekolah kami pilih Kewirausahaan dengan topik Kreasiku dari barang bekas dan akan kami lakukan hingga akhir semester di bulan November,” ujarnya.

Winarni membeberkan saat awal praktek kurikulum tersebut, siswa masih belum terbiasa.

“Tapi kita kan belajar pelan-pelan, siswa juga alhamdulillah sekarang siswa sudah pintar, sehingga siap untuk tema berikutnya.

Selama setahun, Winarni mengatakan SD Muhammadiyah 2 Surakarta memilih 2 tema di P5 yakni Kewirausahaan dengan topik Kreasiku dari barang bekas dan tema Kearifan Lokal dengan topik Seni Batuk. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved