Breaking News:

Ibu Bunuh Anak di Sragen

Nasib Ibu 64 Tahun yang Bunuh Anak Kandung di Sragen, Polisi : Terancam 15 Tahun Penjara

Tersangka kasus ibu membunuh anaknya di Sragen terancam hukuman berat. Pelaku terancam 15 tahun penjara atas kasus yang dilakukan.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Wakapolres Sragen, Kompol Iskandar (tengah) didampingi Kasi Humas Polres Sragen, Iptu Ari Pujiantoro dan Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Lanang Teguh Pambudi saat memberi keterangan resmi terkait kasus ibu bunuh anak di Kecamatan Sidoharjo, di Mapolres Sragen, Selasa (4/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Sanksi berat kini menanti Suwarni (64) yang tega membunuh anak kandungnya sendiri, yakni Supriyanto (46). 

Suwarni tega menghabisi nyawa anak pertamanya itu di rumahnya di Dukuh Tlobongan, Desa/Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Selasa (4/10/2022). 

Alasannya karena Suwarni merasa malu dan marah atas perbuatan Supriyanto, karena sering mendengar kabar dari warga jika Supriyanto sering mencuri. 

Hal tersebut disampaikan oleh Wakapolres Sragen, Kompol Iskandar kepada awak media, Selasa (4/10/2022). 

"Mendengar pengakuan awal dari tersangka, korban sering dibuat malu, ada laporan dari warga suka mencuri," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Selasa (4/10/2022). 

"Juga pada saat disuruh ibunya, korban tidak menurut, malah sering marah-marah," tambahnya. 

Korban tercatat pernah masuk bui atas kasus perjudian, yang membuat ibunya meras malu.

Baca juga: Sosok Ibu Bunuh Anak di Sragen : Penjual Sayur Keliling, Kurang Bersosialisasi dengan Warga Sekitar

Ketika dimintai keterangan, Suwarni mengaku menyesal, namun hal tersebut dilakukan secara sadar. 

Menurut Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Lanang Teguh Pambudi, tidak ada riwayat gangguan jiwa dari pelaku. 

"Terkait penyesalan ada penyesalan, namun untuk kejadian, Ibu ini melakukan secara sadar, memang dia niat untuk membunuh anaknya, dengan dibuktikan saat melakukan juga mengatakan selamat jalan le, selamat jalan le," terang AKP Lanang.

Suwarni diketahui memukul kepala Supriyanto dengan batu cor-coran dengan berat kurang lebih 5 kilogram sebanyak 8 kali. 

Tak berhenti sampai disitu, Suwarni juga memukul anaknya dengan menggunakan besi cangkul hingga lepas. 

Atas perbuatan tersebut, Supriyanto meninggal dunia ditempat, dan kemudian oleh Suwarni dibungkus tikar dan jasadnya hendak dibuang ke sungai.

Namun, saudara yang dimintai bantuan untuk membuang jasad ke sungai enggan melakukannya, dan memilih melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib. 

Suwarni langsung diringkus dan saat ini sudah ditahan di rutan Polres Sragen

Atas perbuatannya, Suwarni terancam pidana 15 tahun penjara.

"Pasal yang disangkakan yakni pasal 338 KUHP atau Pasal 351 ayat 3 dengan ancaman 15 tahun penjara," pungkas Kompol Iskandar. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved