Liga 1
Kompolnas Bahas Tembakan Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan, Diduga Ada Oknum Pemberi Instruksi
Kompolnas menjelaskan, ketika kerusuhan terjadi Kapolres Malang berada di luar stadion untuk menyiapkan pengamanan bagi Persebaya.
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM - Pemeriksaan terkait tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang terus dilakukan.
Satu diantaranya terkait dengan penembakan gas air mata oleh pihak kepolisian.
Baca juga: Pasca Tragedi Kanjuruhan, Sesepuh Suporter Bola di Karanganyar Minta Semua Pihak Introspeksi Diri
Dilansir dari Kompas.com, Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Kompolnas), menyebutkan bahwa Kapolres Malang selaku penanggung jawab pengamanan tidak menginstruksikan penembakan gas air mata.
Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto mendapatkan bukti rekaman apel sebelum pertandingan.
"Kami mendapatkan bukti rekaman pelaksanaan apel 6 jam sebelum pertandingan. Dalam apel tersebut, Kapolres Malang meminta seluruh jajaran pengamanan tidak menembakkan gas air mata dalam situasi dan kondisi apa pun," kata dia, Selasa (4/10/2022).
Mengutip Antara, Kompolnas menjelaskan, ketika kerusuhan terjadi Kapolres Malang berada di luar stadion untuk menyiapkan pengamanan bagi Persebaya.
"Saat itu Kapolres Malang sedang di luar akan mengamankan pemain (Persebaya) yang akan keluar," katanya.
Lantas siapa yang menginstruksikan penembakan gas air mata di dalam stadion?
Menurut asesmen yang dilakukan Kompolnas selama dua hari, ada oknum jajaran keamanan yang mengeluarkan instruksi penembakan gas air mata di luar prosedur.
Kompolnas menggambarkan kondisi pengamanan di saat tragedi terjadi. Ada 2.000 personel yang diterjunkan.
Dari jumlah itu, anggota Polres Malang sejumlah 600 orang.
Sisanya merupakan personel bantuan dari jajaran TNI, Polres penyangga, dan Brimob Polda Jawa Timur.
"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan, siapa dan pada tingkat mana instruksi gas air mata itu keluar," kata Albertus.
Baca juga: Pasca Tragedi Kanjuruhan, Sesepuh Suporter Bola di Karanganyar Minta Semua Pihak Introspeksi Diri
131 orang tewas
Dinas Kabupaten Malang merilis, jumlah korban jiwa tragedi Kanjuruhan bertambah menjadi 131 orang hingga Selasa (4/10/2022).