Liga 1
Kompolnas Bahas Tembakan Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan, Diduga Ada Oknum Pemberi Instruksi
Kompolnas menjelaskan, ketika kerusuhan terjadi Kapolres Malang berada di luar stadion untuk menyiapkan pengamanan bagi Persebaya.
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Hanang Yuwono
Artinya ada penambahan enam korban dari data sebelumnya yang berjumlah 125 orang korban jiwa.
"Sebelumnya enam korban ini tidak terdata karena langsung dievakuasi oleh keluarga secara mandiri ke rumah duka," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo.
Tragedi Kanjuruhan terjadi usai laga pertandingan anTARA Arema FC dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022).
Sesaat setelah wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir sekitar pukul 22.00 WIB, ribuan suporter masuk ke lapangan.
Aparat lantas menembakkan gas air mata ke arah tribune penonton.
Ribuan orang akhirnya berhamburan, berdesak-desakan keluar hingga terinjak-injak. 131 nyawa melayang saat tragedi terkelam dalam sejarah sepak bola Indonesia itu terjadi.
(Kompas.com)