Kuliner Solo
Kuliner Solo: Segarnya Es Dawet Telasih Sri Wiji di Pasar Gede, Semangkok Dawet Harganya Rp 8 Ribu
Sri Wiji (65) merupakan salah satu dari sekian banyak penjual Dawet Telasih di Pasar Gede Solo.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Rifatun Nadhiroh
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Selain sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan, Pasar Gede Hardjonagoro bertebar kuliner tradisional yang sayang dilewatkan.
Salah satunya Dawet Telasih.
Sri Wiji (65) merupakan salah satu dari sekian banyak penjual Dawet Telasih di Pasar Gede Solo.
Ia mengaku bisa menjual sampai 50 mangkok sehari.
Baca juga: 5 Kuliner Solo Pagi yang Cocok untuk Sarapan, Bubur Ayam hingga Soto
Ia berjualan di Pasar Gede sudah sejak tahun 1985.
Warga Telukan, Grogol, Sukoharjo ini kini telah memiliki 3 putra dan 4 cucu.
Dawet Telasih yang ia jual, berisi berbagai komposisi bahan yang beraneka ragam.
"Ada cendol, telasih, jenang sungsum, mutiara, ketan hitam, tape," terang Sri Wiji saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (11/10/2022).
Berbagai bahan tersebut diguyur gurihnya santan dan manisnya gula jawa.
Baca juga: Kuliner Solo: Menikmati Aneka Menu Western TFP Kopi Warung Pasar Gede Solo, Pembeli Sampai Membludak
Pelanggan bisa menikmati menggunakan mangkok kecil di tempat atau bisa pula dibawa pulang.
Paduan kenyalnya cendol, legitnya jenang sungsum dan bahan lain membuat rasa manis dan gurih langsung terasa.
Apalagi disajikan dalam kondisi dingin membuat minuman ini menyegarkan.
Selain menjual Dawet Telasih, ia juga menjual Es Gempol Pleret.
Baca juga: Kuliner Solo: Tahu Gejrot Makanan Khas Sunda, Lokasinya Depan Gedung MTA, Seporsi Cuma Rp 7 Ribu
Masing-masing dibanderol dengan harga Rp 8.000.
Menurut Sri Wiji, dagangannya ramai pembeli di hari Sabtu dan Minggu.
"Paling rame Sabtu Minggu," tuturnya.
Ia melayani pelanggan mulai pukul 07.30-16.00.
(*)