Helikopter Polri Jatuh
Kesaksian Tetangga Terkait Sosok Aipda Joko, Korban Helikopter Jatuh : Lurus, Merantau Sejak SMP
Aipda Joko Mudo salah satu kru di dalam Helikopter Polairud tipe NBO 105 yang hilang kontak di Laut Belitung Timur, Minggu (27/11/2022).
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Aipda Joko Mudo (37) dikenal sosok yang gigih.
Pria 37 tahun itu salah satu kru di dalam Helikopter Polairud tipe NBO 105 yang hilang kontak di Laut Belitung Timur, Minggu (27/11/2022).
Aipda Joko dilahirkan di Dusun Sendangsari, Desa Sunggingan, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.
Menurut tetangga, Parmin, Aipda Joko mulai merantau sejak lulus SMP ikut sang kakak di Jakarta.
Kemudian, Aipda Joko berkeluarga dan menetap di luar Sragen.
"Kecilnya tidak bagaimana-bagaimana (lurus). Setelah lulus sekolah, ikut kakak laki-lakinya ke Jakarta," ungkap dia saat berada di rumah sang ayah Aipda Joko, Kamidi (72).
Bahkan Aipda Joko menjadi satu-satunya kebanggan keluarga karena berad di Polri.
Dia merupakan anak terakhir dari 5 bersaudara.
Menurut sang ayah, anaknya berpindah-pindah tugas, dan diketahui terakhir dinas di Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
Perjumpaan terakhirnya dengan sang putra empat pekan lalu, di mana Aipda Joko pulang untuk berpamitan sebelum pindah tugas.
"Terakhir pulang 4 minggu lalu, izin sama orang tua, mau tugas di Sumatera," aku dia.
Sebagai orang tua, ia berharap sang putra dapat segera ditemukan dalam keadaan sehat.
"Berharap segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat," jelas dia.
Baca juga: Keluarga Korban Helikopter Jatuh Gelar Doa Bersama di Sragen : Berharap Aidpa Joko Ditemukan Selamat
Baca juga: Sosok Aipda Joko yang Jadi Korban Helikopter Jatuh : Sempat Pulang ke Sragen, Pamit ke Orangtuanya
Keluarga Aipda Joko Mudo di Dusun Sendangsari, Desa Sunggingan, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen menggelar doa bersama, Selasa (29/11/2022).