Berita Klaten Terbaru

UMP Jateng 2023 Naik 8 Persen, Buruh di Klaten Berharap Kenaikan Nyata di Lapangan 

Buruh berharap kenaikan UMP Jateng 2023 benar-benar berdampak untuk buruh di kalangan bawah. Hal tersebut untuk kesejahteraan mereka.

kompas.com
ILUSTRASI :UMP Jawa Tengah 2023 naik sebesar 8 persen. Ini masih di bawah harapan buruh. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) telah ditetapkan dan diumumkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di kantornya, Senin (28/11/2022).

Kenaikan upah minimum Provinsi Jateng tahun 2023 naik sebesar 8,01 persen, nantinya akan menjadi Rp 1.958.169,69.

Selisih sekitar Rp 145 ribu dari UMP tahun 2022 yang sebesar Rp 1.812.935.

Pengumuman kenaikan UMP sebesar 8,01 persen ini merupakan kabar baik meski tidak sesuai dengan tuntutan buruh yang sebelumnya meminta kenaikan sebesar 13 persen.

TribunSolo.com menemui salah satu perkerja buruh di perusahaan garmen di Kabupaten  Klaten, Deni Setyawan (24).

Dirinya berharap kenaikan upah gaji nyata terealisasi mulai tahun depan.

Sebelumnya dirinya mengaku tidak mengetahui terkait penetapan UMP Jawa Tengah yang akan naik mulai tahun depan.

Baca juga: Jelang Penetapan UMK Solo 2023, Gibran Kantongi Kesepakatan Buruh dan Pengusaha, Tapi Angka Rahasia

"Belum tahu, cuma tahu dari teman upah kerja di Cikarang naik sekitar Rp 6 juta, " kata dia saat ditemui Senin (28/11/2022).

Deni merupakan pekerja di perusahaan garmen sebagai operator sewing, dia sudah berkerja selama 1 tahun lebih diperusahaan saat ini.

"Sebelumnya saya bekerja di salah satu gedung perusahaan selama kurang lebih 8 bulan, saat ingin pindah ke gedung sebelah dengan produksi yang beda saya harus keluar dulu selama 1 bulan baru masuk lagi ke gedung sebelah dengan status karyawan baru di perusahaan yang sama," ungkap Deni.

Dirinya menerima upah di atas UMK klaten saat ini.

Diperusahaan saat ini dirinya hanya mendapat bonus atas premi kehadiran.

"Bonus yang hanya premi hadir, itu juga sudah dipotong BPJS Kesehatan dan tenaga kerja," ujarnya.

Deni juga berharap jika memang besaran UMK tahun 2023 naik semoga nyata dan terlaksana sehingga dirinya juga juga ikut merasakan dampak kenaikannya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved