Berita Sragen Terbaru

Tercatat Ada Puluhan Anak dengan HIV/AIDS di Sragen, Bupati Yuni Berharap Tak Ada Lagi Diskriminasi

Pemerintah Kabupaten Sragen memberikan perhatian lebih untuk anak dengan HIV/AIDS. Diharapkan tidak ada diskriminasi pada anak-anak itu.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Anak dengan HIV/Aids di Kabupaten Sragen menerima bantuan di peringatan Hari Aids Sedunia, Kamis (1/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kabupaten Sragen memperingati Hari Aids Sedunia (HAS), Kamis (1/12/2022).

Peringatan Hari Aids Sedunia di Kabupaten Sragen ini juga dihadiri total 30 Anak dengan HIV/AIDS (ADHA) yang juga menerima bantuan tabungan pendidikan, manakan sehat, dan bantuan sembako dari berbagai pihak.

Anak-anak tersebut, nampak sehat dan riang gembira bahkan menari dengan ceria di hadapan Bupati Sragen yang juga turut hadir.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengimbau untuk memberikan lingkungan yang aman untuk anak-anak. 

"Kepada anak-anak, mari kita berikan lingkungan yang aman, nyaman buat mereka agar bisa tumbuh kembang dengan baik," katanya, Kamis (1/12/2022). 

Ia juga meminta agar tidak ada lagi diskriminasi di sekolah, terlebih menyangkut HIV/AIDS.

Menurutnya, adanya diskriminasi karena kurangnya pemahaman terhadap HIV/AIDS.

"Di sekolah kira berhenti untuk agar tidak ada diskriminasi, diskriminasi terjadi karena ketidaktahuan dan tidak mengerti apasih sebenarnya HIV/AIDS itu," terangnya. 

"Yang kadang-kadang karena ketidaktahuan itu terus kemudian membuat situasi menjadi menakutkan, padahal semua itu bisa dilakukan konsultasi sosialisasi dengan baik sehingga kita tidak perlu ketakutan dan berlebihan," tambahnya.

Baca juga: Tahun Ini, Delapan Orang di Boyolali Meninggal karena HIV/AIDS: Total Ada Tambahan 88 ODHA

Ia menyebut, pemerintah pusat menetapkan estimasi temuan kasus HIV/AIDS sebanyak 1.883 kasus. 

Hingga September 2022 lalu, sudah ditemukan 1.712 kasus. 

Temuan itu perlu dilakukan untuk mendeteksi orang dengan HIV/AIDS agar dapat dirawat dengan baik. 

Dengan begitu, maka dapat menghindari angka kematian yang tinggi. 

Lanjutnya, saat ini Orang dengan HIV/Aids yang ada di Kabupaten Sragen 85 persen diantaranya di usia produktif. 

"85 persen dari data yang ada adalah usia produktif, antara 20-49 tahun, kalau usia produktif tidak kita pantau dengan benar, padahal tulang punggung tentu akan sangat menyedihkan," ujarnya. 

"Harapan kami bisa dikelola dengan baik mereka tetap bisa produktif," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved