Berita Solo Terbaru

Wakil Ketua DPRD Solo Tak Setuju Nama Jalan Diponegoro Diganti : Berseberangan dengan Nasionalisme

Menurutnya perubahan nama akan membangkitkan luka lama dimana Pura Mangkunegara pernah memiliki legiun yang berada di pihak Hindia Belanda

Tribunsolo.com/Ahmad Syarifudin
Wakil Ketua DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto menolak penggantian nama Jalan Diponegoro menjadi Jalan Ngarsopuro 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wakil Ketua DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto menilai penggantian nama Jalan Diponegoro menjadi Jalan Ngarsopuro berseberangan dengan semangat nasionalisme.

Nama yang bermakna depan (ngarsa) Pura Mangkunegaran ini seakan membangkitkan luka lama bahwa kerajaan ini pernah memiliki Legiun Mangkunegaran yang berada di pihak Hindia Belanda.

Sementara Pangeran Diponegoro merupakan pahlawan besar yang melawan dominasi Hindia Belanda di Nusantara.

Saat itu Legiun Mangkunegaran bertugas menjadi tentara cadangan Hindia Belanda.

Baca juga: Penggantian Nama Jalan Diponegoro Solo Tuai Pro Kontra, Gibran Beberkan Alasan : Untuk Branding

"Jangan sampai muncul kesan mereview sejarah lama bahwa Legiun Mangkunegaran pernah berkonfrontasi dengan Pangeran Diponegoro lantas sekarang seolah-olah namanya disingkirkan. Ini kesannya menjadi negatif dalam perspektif nasionalisme," jelas Sugeng saat ditemui TribunSolo.com, Senin (5/12/2022).

Menurutnya, Pangeran Diponegoro tetap harus diabadikan sebagai sebuah nama pahlawan besar.

"Menurut hemat kami itu kurang bijak. Pertama saya kira sudah menjadi sejarah yang diterima kebenarannya bahwa Pangeran Diponegoro pahlawan besar," katanya.

"Menghargai jasa besar beliau adalah menyematkannya menjadi nama jalan," terangnya.

Wali Kota Gibran Rakabuming Raka diketahui tidak lantas menghapus Jalan Diponegoro. Ada usulan pula untuk tetap mengabadikan namanya namun di tempat lain.

Baca juga: Gibran Bakal Ganti Nama Jalan Diponegoro Solo Jadi Jalan Ngarsopuro, Masih Konsultasi ke Budayawan

Akan tetapi, kesannya tetap buruk karena Sugeng menilai nama Diponegoro digeser ke tempat yang kurang strategis.

Ia pun mengusulkan, alih-alih menjadi nama jalan, Ngarsopuro menjadi nama kawasan.

"Menurut hemat kami Ngarsopuro adalah kawasan yang berada di Jalan Pangeran Diponegoro. Jadi nama jalannya tetap," tuturnya.

Ia pun tetap ingin kawasan ini dikembangkan menjadi tujuan wisata.

"Ngarsopuro dipercantik diperindah menjadi sebuah kawasan. Sehingga nama besar Diponegoro tetap melegenda di situ," ungkapnya.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved