Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo Terbaru

Pemkot Solo Dikritik Jokowi soal Pengelolaan Sampah, Gibran : PLTSA Putri Cempo Bakal Jadi Andalan

Pengelolaan sampah itu bahkan belum pernah beres sejak Jokowi menjadi Wali Kota Solo sampai jadi Presiden sekarang.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
TribunSolo.com/Tara Wahyu Nor Vitriani
Sekretaris Daerah Kota Solo Ahyani saat meninjau PLTSa Putri Cempo Solo, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendapat kritik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pengelolaan lingkungan hidup, termasuk persoalan sampah.

Pengelolaan itu bahkan belum pernah beres sejak Jokowi menjadi Wali Kota Solo sampai jadi Presiden sekarang.

Kritikan pengelolaan lingkungan hidup di Solo disampaikan Jokowi saat Rakernas Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup di Jakarta, Rabu (21/12/2022).

"Untuk awal menurut saya urusan sampah menjadi prioritas, saya pengalaman sejak wali kota sampai sekarang urusan sampah belum prnah namanya beres," ujar Jokowi dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Aturan Perayaan Tahun Baru 2023 di Wonogiri : Masyarakat Boleh Nyalakan Kembang Api

"Mau membuat insenerator (pembakar sampah padat) saja urusan yang namanya tapping fee sampai sekarang itu di Solo belum," tambahnya.

Kritikan Jokowi mendapat respon dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, pengelolaan sampah di Kota Solo akan segera terurai dengan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) Putri Cempo.

"PLTSA itu. Itu juga sudah jadi. Segera beroperasi ditunggu saja," kata dia.

Gibran menjelaskan PLTSA bisa mengolah sampah dengan kapasitas yang besar.

"(Nanti sampah-sampah yang ada di Solo) akan berkurang banyak sekali," ucapnya.

Baca juga: Perkuat Humble Basketball, Jan Ethes Hadapi SD Muhammadiyah Sapen Jogja, Gibran : Tak Ada Persiapan

Adapun Dirut PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP), Elan Syuherlan menyebutkan PLTSA Putri Cempo bisa mengolah sampah lebih dari 500 ton per hari.

"Sampah yang diolah 545 ton per hari, 40 sampah baru dan 60 persen sampah lama. Masih sama seperti rencana awal," katanya.

Sementara untuk masalah tipping fee, Elan menuturkan tidak ada terkait itu sejak awal.

"Memang tidak ada tipping fee dari awal. Meskipun dengan harga pembelian listrik dari PLN yang lebih rendah dari proyeksi awal. Ya kita jalanin aja," tutur dia.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved