Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo Terbaru

Panen Cuan, Pedagang Oleh-oleh di Pasar Gede Solo Raih Omzet Dua Kali Lipat Selama Libur Nataru

Omzetnya itu bahkan meningkat dua kali lipat semenjak libur sekolah yang terjadi pada 19 Desember 2022.

Tribunsolo.com/Ahmad Syarifudin
Suasana kios Bu Ngatmi yang menjual beragam oleh-oleh di Pasar Gede Solo, Senin (2/1/2023). Ngatmi mengaku omzetnya meningkat dua kali lipat pada libur nataru kali ini 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini memberikan berkah rejeki yang melimpah, tak terkecuali pedagang oleh-oleh di Pasar Gede.

Salah satunya Ngatmi (48) yang mengaku omzetnya meningkat dua kali lipat.

Omzetnya itu bahkan meningkat semenjak libur sekolah yang terjadi pada 19 Desember 2022.

"Dua kali lipat. Ini kaya lebaran. Sudah boleh semua, sudah normal semua, alhamdulillah," tutur Ngatmi, saat ditemui TribunSolo.com, Senin (2/1/2023).

Kondisi ini jauh berbeda dengan Nataru tahun lalu yang justru sepi pembeli.

Hal ini dikarenakan pemerintah masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca juga: Jokowi Sudah Cabut PPKM, Pemkot Solo Buka Peluang Terbitkan SE Baru, Apa Saja Aturannya?

Begitu PPKM dicabut 30 Desember 2022 lalu, masyarakat jadi tidak ragu untuk bepergian.

"Kemarin liburan tidak seperti ini. Tahun lalu sepi. Masih pandemi," terangnya.

Peningkatan omzet di kiosnya mencapai dua kali lipat dibanding hari biasa.

"Kadang Rp 2-2,5 juta. Liburan Rp 4-5 juta. Sampai hari Minggu," tuturnya.

Berbagai oleh-oleh khas Solo yang dijualnya banyak diburu wisatawan.

"Paling banyak diburu rambak, intip, brem, teh, wedang uwuh," jelasnya.

Baca juga: Harga BBM Pertamina di Kota Solo Senin 2 Januari 2023 : Pertalite Rp10 Ribu, Pertamax Rp13.900

Harga oleh-oleh yang dijualnya pun bervariasi.

"Ada intip goreng Rp 15 ribu, usus Rp 30 ribu. Rambak Rp 35 ribu seperempat kg. Krecek sayur," terangnya.

Ia mematok harga cukup murah jika dibandingkan dengan pusat oleh-oleh di toko-toko besar.

"Harganya lebih ringan di pasar," tuturnya.

Pasar Gede memang ramai dikunjungi pada saat hari libur.

"Lebaran, hari libur, hari besar tanggal merah pasti ramai," jelasnya.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved