Berita Solo Terbaru
Solo Digerojok Dana Rp 234 Miliar dari UEA : 2025 Tak Ada Lagi Rumah Kumuh di Kota Solo
Gibran optimis pengentasan wilayah kumuh di Solo akan lebih cepat. Apalagi ada dana dari UEA untuk membantu pengentasan itu.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Luasan kawasan kumuh di Kota Solo mencapai lebih dari 90 hektare.
Itu sudah meliputi 5 ribu rumah tidak layak huni (RTLH).
Kepala Disperum KPP Solo, Taufan Basuki mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sudah memiliki sederet rencana pengentasan kawasan tersebut.
Rencana tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026.
"Luasan kawasan kumuhnya masih 94 hektar, RTLH yang mesti diselesaikan kurang dari 5.000 bangunan," kata dia, Senin (2/1/2023).
"Tahun ini kita lanjutkan penyelesaian Kawasan Semanggi dan mulai masuk ke kawasan kumuh skala wilayah lainnya seperti di Tipes dan Pajang, juga skala lingkungan yang lainnya termasuk mulai masuk ke RTLH-nya," tambahnya.
Pengentasan kawasan kumuh dan RTLH, bila menilik RPJMD, diproyeksi selesai tahun 2026.
Baca juga: Rencana Pemkot Solo di Tahun 2023, Wakil Wali Kota : Menyulap Daerah Kumuh Jadi Daerah Wisata
Kendati demikian, Taufan optimistis bila pengentasan tersebut bisa selesai lebih awal.
"Dengan pendanaan yang tidak hanya mengandalkan APBD Kota penyelesaiannya bisa rampung lebih awal," ucapnya.
Optimistis tersebut bukan tanpa sebab, mengingat Pemkot Solo saat ini berhasil mengamankan kesepakatan dana hibah dari Uni Emirates Arab (UEA).
Total dana hibah tersebut mencapai 15 juta USD, atau bila dikurskan ke rupiah, mencapai Rp 234 Miliar.
Itu akan digunakan untuk sejumlah program, salah satunya penanganan RTLH di Kota Solo.
Adapun Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka optimistis mampu menyelesaikan penanganan tersebut lebih cepat kurang dari 2 tahun dari target awal.
"Ada percepatan dua tahun untuk menyelesaikan karena ada pendanaan. Ngko nek ora sesuai target ya molor sampai 2025 rapopo," kata dia.
Gibran memahami bila pengentasan kawasan kumuh dan RTLH tidak lah gampang.
"Yang jelas selama 2-3 tahun terakhir ini ada akselerasi untuk mencapai nol persen," tutur dia.
"Memang tidak gampang karena ada masalah pendanaan dan lainnya, makanya kemarin tak golekne (dicarikan anggarannya). Yang penting kita sudah anggarkan untuk itu," imbuhnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.