Info Klaten

Bupati Klaten Keberatan soal Tol Lingkar Timur-Selatan, Enggan Lahan Produktifnya Direnggut Tol Lagi

Sri Mulyani juga menyebutkan proyek strategis nasional (PSN) Tol Solo-Yogyakarta yang saat ini dibangun sudah memakan lahan pertanian cukup besar.

Tribunsolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Bupati Klaten Sri Mulyani saat ditemui TribunSolo.com. Sri Mulyani mengaku keberatan dengan wacana tol lingkar timur-selatan Kota Solo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Wacana pembangunan Tol Lingkar Timur-Selatan Kota Solo masih menjadi perdebatan antar bupati yang wilayahnya terdampak.

Tak terkecuali wilayah Klaten.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan pihaknya sampai hari ini belum menerima pemberitahuan langsung dari pusat ataupun pihak lain terkait wacana tersebut.

"Sampai saat ini pemerintah pusat atau pihak lain secara langsung koordinasi dengan saya memang belum ada," ujarnya, kepada TribunSolo.com, Sabtu (7/1/2023).

Sampai saat ini, dia mengaku hanya tahu wacana itu dari media sosial.

Baca juga: Misteri Makam Mbah Gajah di Klaten, Nisan Kuburan Terbuat dari Kayu, Ternyata Pengikut Diponegoro

Sebagai kepala daerah, pihaknya mengaku merasa keberatan dengan wacana Tol Lingkar Timur-Selatan Kota Solo itu.

Dikarenakan wilayah yang masuk rencana pembangunan tol itu merupakan lahan pertanian produktif.

"Saya sebagai kepala daerah keberatan dengan adanya tol tersebut, karena melewati kecamatan Polanharjo, Delanggu, dan Wonosari, yang dimana daerah itu daerah pertanian," ucap Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menyebutkan proyek strategis nasional (PSN) Tol Solo-Yogyakarta yang saat ini dibangun sudah memakan lahan pertanian cukup besar.

"Pada saat ini sudah dibangun Tol PSN Solo-Klaten-Yogyakarta yang sudah memakan lahan pertanian cukup besar, hampir 300-an hektar lebih, sehingga kalau akan dibangun lagi Tol Lingkar Timur-Selatan sangat sayang sekali," ucapnya.

Menurutnya, generasi ke depanlah yang akan dirugikan.

Baca juga: Alasan Gibran Dukung Tol Lingkar Timur-Selatan : Kajian Tahun 2031 Lalu Lintas Solo Bakal Stag

Sebab ketika lahan produktif habis digeser oleh proyek tol, maka anak cucu atau generasi ke depan akan kelimbungan terkait masalah pangan.

Sri Mulyani juga menambahkan, di wilayah tersebut sebenarnya sudah ada akses jalan.

Jika dimintai pendapat, dia mengaku bakal memilih jalan yang ada diperlebar saja. Sehingga tidak akan banyak memakan tanah pertanian.

"Kalau melihat kedepan, kasihan anak cucu kita, nanti makan apa?" kata Sri Mulyani.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved