Berita Boyolali Terbaru
Petani di Tegalsari Boyolali Pusing Tujuh Keliling, Cabai Mengering Seketika Akibat Hama Pathek
Akibat serangan hama pathek, cabai yang semula segar bugar tiba-tiba mengering. Dari yang masih berwarna hijau muda berubah jadi coklat dan kering
Penulis: Tri Widodo | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Emak-emak jangan kaget jika harga cabai bakal kembali melejit dalam waktu dekat.
Pasalnya, cabai dari petani banyak yang rusak.
Bukan tanpa sebab, melainkan diserang hama pathek.
Cabai yang semula segar bugar tiba-tiba mengering.
Padahal cabai-cabai itu masih berwarna hijau muda.
Baca juga: Petani Cabai Boyolali Gagal Panen Gegara Serangan Virus Pathek: Busuk Pasca Muncul Titik Hitam
Hama pathek ini menyerang dengan cepat sekali.
Hanya dalam tiga hari, cabai hijau berubah coklat dan kering.
"Ini baru tiga hari sudah seperti ini, kena pathek," kata Suwanto (66), petani cabai di Dukuh Tegalsari, Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Senin (9/1/2023).
Suwanto pun langsung memanen cabai-cabainya.
Baca juga: Meski Stok Aman di Awal Tahun 2023, Harga Cabai di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo Tembus Rp70 Ribu
Cabai yang masih muda, terpaksa dipanen dini.
Sebab, upaya antisipasi apapun tak bisa menyelamatkan cabainya.
"Obatnya apa saya juga nggak tahu. Sudah nyerah. Satu-satunya cara ya dipanen," jelas.
Meski cabai belum masak, Suwanto mengatakan tetap akan laku di pasaran.
"Yang hijau ini laku Rp80 ribu per kilogram," tambahnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Begini-penampakan-cabai-yang-terkena-hama-pathek-di-Dukuh-Tegalsari-Boyolali.jpg)