Berita Boyolali Terbaru

Petani di Tegalsari Boyolali Pusing Tujuh Keliling, Cabai Mengering Seketika Akibat Hama Pathek

Akibat serangan hama pathek, cabai yang semula segar bugar tiba-tiba mengering. Dari yang masih berwarna hijau muda berubah jadi coklat dan kering

TribunSolo.com/Tri Widodo
Begini penampakan cabai yang terkena hama pathek, di Dukuh Tegalsari, Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Senin (9/1/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Emak-emak jangan kaget jika harga cabai bakal kembali melejit dalam waktu dekat.

Pasalnya, cabai dari petani banyak yang rusak.

Bukan tanpa sebab, melainkan diserang hama pathek.

Cabai yang semula segar bugar tiba-tiba mengering.

Padahal cabai-cabai itu masih berwarna hijau muda.

Baca juga: Petani Cabai Boyolali Gagal Panen Gegara Serangan Virus Pathek: Busuk Pasca Muncul Titik Hitam

Hama pathek ini menyerang dengan cepat sekali.

Hanya dalam tiga hari, cabai hijau berubah coklat dan kering.

"Ini baru tiga hari sudah seperti ini, kena pathek," kata Suwanto (66), petani cabai di Dukuh Tegalsari, Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Senin (9/1/2023).

Suwanto pun langsung memanen cabai-cabainya.

Baca juga: Meski Stok Aman di Awal Tahun 2023, Harga Cabai di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo Tembus Rp70 Ribu

Cabai yang masih muda, terpaksa dipanen dini.

Sebab, upaya antisipasi apapun tak bisa menyelamatkan cabainya.

"Obatnya apa saya juga nggak tahu. Sudah nyerah. Satu-satunya cara ya dipanen," jelas.

Meski cabai belum masak, Suwanto mengatakan tetap akan laku di pasaran.

"Yang hijau ini laku Rp80 ribu per kilogram," tambahnya.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved