Berita Boyolali Terbaru
Kesaksian Warga Lihat Penampakan Puting Beliung di Boyolali, Sebut Mirip Asap Botol Jin di Sinetron
Warga melihat kejadian angin puting beliung di Boyolali. Mereka mengibaratkan puting beliung itu seperti asap di boyol jin di Sinetron.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Dahsyatnya terjangan angin puting beliung terjadi dari Sawit hingga Banyudono, Selasa (10/1/2023).
Meluncur dari selatan tepatnya di langit Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit hingga Desa Sambon, Kecamatan Banyudono.
Kejadian angin puting beliung tersebut terjadi sekitar pukul 12.45 WIB.
Saat itu awan hitam menyelimuti wilayah yang ada di timur proyek tol Solo-Jogja.
Angin ribut berhembus sangat kencang.
Sudah menjadi kebiasaan, warga langsung keluar rumah.
Jaga-jaga jika hal buruk tak diinginkan melanda.
Tak lama kemudian, warga pun melihat penampakan aneh di langit.
Pusaran angin kencang meluncur dalam satu garis.
Dari selatan ke Utara. Menyapu benda yang dilalui, seperti Genting atau atap rumah lainnya.
Meski di tengah ancaman bahaya, tak sedikit warga yang mengabadikan momen itu.
Kuncoro salah satu perangkat desa Guwokajen, juga menyaksikan fenomena alam itu.
Saat itu, dia lagi berada di sebuah warung yang ada di pinggir sawah.
Baca juga: Tiga Kecamatan di Boyolali Disapu Angin Puting Beliung: Atap Terhempas, Pohon Tumbang
Mendadak, angin kencang terjadi.
"Saya lihat diatas itu, kayak (asap) botol jin (sinetron tv). Warnanya putih, persis saat jin mau keluar gitu," ucapnya, kepada TribunSolo.com.
Dia dan warga lainnya pun hanya bisa menyebut sebisa- bisanya.
"Ya Allah, Subhanallah, gitu terus," katanya.
Kejadian ini hanya berlangsung singkat.
Tak berselang lama, pusaran angin yang meluncur dari selatan ke Utara itu hilang.
S Warjiman DK, warga Rejoso, Desa Sambon, Kecamatan Banyudono juga melihat kengerian angin puting beliung ini.
Bahkan, salah satu pintu gerbang rumah tetangganya sampai terangkat lalu roboh.
"Anginnya itu ngangkat dari bawah. Besi Pengunci gerbang yang dibaut dengan tembok pagar sampai melengkung ke atas," tambahnya.
Sementara itu, Kades Guwokajen, Sawit, Evi Nurdina mengatakan angin menyapu wilayah Dusun Karanganyar.
Angin lesus tersebut tak sampai satu menit ini, menyebabkan kerusakan 10 rumah, satu warung makan dan satu kandang kambing.
"Kebanyakan kerusakan atap. Paling parah galvalum teras rumah itu terangkat, jatuh, milik Pak Sawiji," katanya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.