Berita Klaten Terbaru
Sumur Tua Mranggen Klaten, Titik Awal Mula Penemuan Benda-benda Aneh Diduga Peninggalan Mataram Kuno
Misteri sumur tua yang ditemukan di Dukuh Kropakan, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten mulai terpecahkan.
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Misteri sumur tua yang ditemukan di Dukuh Kropakan, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten mulai terpecahkan.
Di kawasan itu, ternyata terus saja ditemukan benda-benda diduga peninggalan zaman Mataram kuno.
Kali ini, berjarak 150 meter dari penemuan sumur, ditemukan patok lingga.
Humas Komunitas Pemerhati Cagar Budaya (KPCB) Klaten, Hari Wahyudi pihak yang mendampingi warga mengatakan penemuan tersebut merupakan batu lingga patok.
"Penemuan patok lingga dengan ukuran total 82 cm. Terdiri dari 2 bagian, bagian kubus segi 4 memiliki tinggi 32 cm dengan lebar 26 x 27 cm," jelas dia kepada TribunSolo.com, Senin (9/1/2023).
"Sedangkan bagian segi 8 memiliki tinggi 50 cm, dengan sisi 10 x 11 cm. Lingga ini dari batuan andesit," ujar Hari.
Baca juga: Sedihnya Kakek di Klaten : Dipukuli Usai Sholat Subuh di Masjid, Kini Pelaku Dilaporkan ke Polisi
Baca juga: Misteri Aneh Batu Lingga Yoni di Sragen : Sore Dijatuhkan dari Bukit, Pagi Kembali ke Tempat Semula
Selain lingga patok, di sekitar lokasi penemuan sumur juga ditemukan banyak benda termasuk ornamen gerabah dan guci, baik yang utuh maupun sudah menjadi serpihan.
Penemuan tersebut hanya berjarak ratusan meter dari sumur dengan kedalaman yang lebih pendek dari sumur kuno.
"Penemuannya masih di petak yang sama penemuan sumur, di kedalaman 50 cm, dugaan sementara semakin ke timur akan semakin rendah," ucap Hari.
Pemuda Desa Kropakan, Pupun Prasetya mengatakan penemuan tersebut disimpan sebagian oleh warga, bahkan ada yang menjual sebelum diedukasi terkait benda cagar budaya.
"Sejak 2 minggu ini banyak penemuan yang mulai kita simpan dan warga juga kita edukasi terkait pentingnya benda warisan budaya," ucap Pupun.
Penemuan benda-benda tersebut jika ditarik lurus dari lokasi sumur kuno masih sejajar.
Sebelum diedukasi, warga banyak yang menjual barang-barang temuan.
"Sebelumnya ada warga yang menemukan cap berbentuk cincin terbuat dari emas, dia jual ke toko emas laku Rp 500 ribu," jelas dia.
"Sekarang kita juga edukasi warga, dan kita mulai kumpulkan benda-benda penemuan tersebut agar tidak hilang lagi," ujar Pupun.
Ia juga berharap pemerintah maupun dinas terkait memperhatikan serta dapat melakukan penelitian lanjutan atas penemuan benda yang ada di Dukuh Kropakan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Patok-lingga-yang-ditemukan-di-kawasan-sumur-tua-diduga-sejak-zaman-Mataram-k.jpg)