Berita Solo Terbaru
Pengunjung Grebeg Sudiro Keluhkan Sampah Sungai Kali Pepe, Gibran : Nanti Kita Bersihkan
Masih ada sejumlah sampah yang ditemukan di Kali Pepe. Tak sampai di situ, bau amis dan anyir juga sesekali tercium dari aliran sungai Kali Pepe.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Setelah beli tiket, pengunjung perlu menuruni tangga untuk bisa sampai ke 'pelabuhan' kapal.
Bila kapal sudah tersedia mereka bisa langsung naik, jika tidak pengunjung setidak harus menunggu satu putaran lebih kurang 10 menit.
Candra menjadi salah seorang pengunjung yang sudah menjajal kapal wisata susur Kali Pepe.
Baca juga: Potret Hari Pertama Grebeg Sudiro : Warga Tumplek Blek di Kawasan Pasar Gede Solo, Nikmati Lampion
Itu dilakukan bersama satu temannya.
Di satu sisi, itu sekaligus pengalaman pertamanya menaiki kapal tersebut.
"Sensasi menyenangkan karena bisa melihat lampion yang (membentang) di atas aliran Kali Pepe," ucapnya, Selasa (10/1/2023).
Kendati demikian, Candra menyayangkan masih belum bersihnya aliran Kali Pepe.
Dari pantauan TribunSolo.com, masih ada sejumlah sampah yang ditemukan di sana.
Tak sampai di situ, bau amis dan anyir juga sesekali tercium dari aliran sungai Kali Pepe.
"Sayangnya, sampah di sungai, (itu buat) kotor. Masih bau juga," tuturnya.
Baca juga: Sambut Imlek, Wisata Perahu di Kali Pepe Kembali Beroperasi : Dipatok Rp10 Ribu, Mulai 10-30 Januari
Menurutnya, masih dibutuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga dan merawat kebersihan aliran sungai Kali Pepe.
"Mungkin warga perlu membersihkan, dan membuang sampah pada tempatnya, supaya lingkungannya bersih," ujarnya.
Selain itu, Candra juga keselamatan pengunjung yang menaiki kapal juga lebih ditingkatkan ke depannya.
Ketersediaan pelampung menjadi salah satu yang diharapkan.
Apalagi, penikmat wahana tersebut juga ada dari kalangan anak-anak.
"Mungkin perlu ada pelampung karena tadi gak dipakaikan pelampung," tuturnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.