Berita Karanganyar Terbaru

Disdikbud Karanganyar Tak Larang Siswa Bawa Latto-latto ke Sekolah : Asal Tak Dimainkan di Kelas

Ada sisi positif permainan latto-latto, karena makin menggeser ketergantungan anak pada ponsel pintar.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Sekretaris Disdikbud Karanganyar, Nurini Retno Hartati, Kamis (12/1/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Permainan latto-latto semakin gandrung di masyarakat Indonesia, terutama di Kabupaten Karanganyar.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar memperbolehkan pelajar bermain permainan tersebut di lingkungan sekolah asalkan di luar kegiatan mengajar (KBM).

Sekretaris Disdikbud Karanganyar, Nurini Retno Hartati tak memungkiri permainan latto-latto digandrungi anak-anak sampai dewasa.

"Enggak ada yang komplain. Masalah suara berisik, kan dimainkannya saat jam istirahat," ucap Nurini kepada TribunSolo.com, Kamis (12/1/2023).

Nurini mengatakan di lingkungan sekolah, anak-anak memainkannya saat istirahat dan pulang sekolah.

Baca juga: Gudang Tepung dan Gaplek di Karanganyar Hangus Terbakar, Kerugian Diduga Nyaris Rp2 Miliar

Ia justru mengambil sisi positif permainan itu yang makin menggeser ketergantungan anak pada ponsel pintar.

"Asalkan jangan main ketika belajar di kelas. Enggak hanya latto-latto, semua mainan maupun ponsel enggak boleh selama belajar, jadi monggo saja bawa mainan itu," kata Nurini.

Dengan bermain latto-latto, anak-anak tak perlu mengeluarkan uang membeli kuota internet, apalagi harga latto-latto sangat terjangkau.

Ia menuturkan bermain latto-latto juga membuka interaksi antar sesama teman sepermainan.

Secara pribadi, dirinya menyukai anak-anak yang membuka diri di lingkungan sosial dan menghindari kecanduan gadget.

"Sampai sekarang di Kabupaten Karanganyar belum ada larangan bawa latto-latto ke sekolah, bermainlah secara wajar," ujar Nurini.

Baca juga: RSUD Karanganyar Putus Kontrak Pembangunan ICU, ICCU, NICU Senilai Rp8,4 M: Tak Kunjung Diselesaikan

Pihaknya tak ingin bereaksi berlebihan mengenai fenomena itu.

Ia mempersilakan anak-anak sekolah mengikuti lomba permainan itu yang kini marak digelar.

Sekedar informasi, pada Minggu (15/1/2023) mendatang, kompetisi latto-latto dibuka untuk umum mulai anak-anak sampai dewasa di car free day Karanganyar.

Kemudian di Dolpin Tugu Waterpark pada Minggu (29/1/2023), dan teersedia hadiah menarik bagi para pemenang.

"Kecuali apabila ada dampak negatif dan pemerintah mengeluarkan larangan bermain latto-latto di sekolah," ungkap Nurini.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved