Berita Solo Terbaru

Banda Aceh hingga Bogor Larang Latto-latto Dibawa ke Sekolah, Bagaimana Solo?  

Wali Kota Solo Gibran belum mengeluarkan larangan membawa latto-latto ke Sekolah. Namun, dia sepakat untuk tidak memainkan permainan itu di Sekolah.

TribunSolo.com/Ibnu DT
Ilustrasi: Pedagang kaki lima (PKL) yang menjual mainan viral latto-latto di acara car free night (CFN) Kabupaten, Sabtu (31/12/2022) malam hingga Minggu (1/1/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Permainan latto-latto saat ini tengah digandrungi anak-anak. 

Latto-latto, untuk diketahui, merupakan permainan yang memanfaatkan dua bandul. 

Bandul tersebut kemudian dibenturkan dari bawah ke atas dengan cepat bahkan hingga menimbulkan bunyi 'tek tek tek'.

Kendati demikian, latto-latto memiliki hal yang perlu dipertimbangkan, suara yang ditimbulkan tersebut tak jarang bisa menganggu konsentrasi. 

Tidak hanya sampai di situ. Latto-latto juga bisa menimbulkan cedera bila bandul lepas dan mengenai tubuh pemain atau orang sekitar.  

Latto-latto juga dinilai bukan sesuatu yang bisa untuk menunjang proses belajar-mengajar siswa.

Hal-hal itu kemudian membuat beberapa daerah di Indonesia memutuskan melarang latto-latto, khususnya dibawa dan dimainkan di lingkungan sekolah.

Diantaranya, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Pesisir Barat Lampung, Kabupaten Bogor, dan Kota Banda Aceh.

Baca juga: Bisa Main Latto-latto Sambil Jongkok dan Jalan, Fatir Bocah SD asal Karanganyar Dapat Hadiah Kambing

Lantas bagaimana dengan Kota Solo

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka tidak terburu-buru untuk mengeluarkan larangan latto-latto. 

Kendati demikian, Gibran berharap permainan tersebut tidak dibawa ke lingkungan sekolah. 

"(Larangan latto-latto) nanti dulu, lah. Idealnya, ya, semua jenis mainan, tidak dibawa ke sekolah," kata Gibran, Senin (16/1/2023).

Gibran menyampaikan latto-latto masih bisa dimainkan di lingkungan rumah. 

Kendati demikian, dia juga berharap anak-anak yang saat ini tengah gandrung bermain latto-latto untuk tidak meninggalkan belajar dan ibadah. 

"Asal tidak mengganggu keluarga atau orang-orang yang ada di rumah, tidak mengganggu ibadah atau belajar," ucap dia.

"Hati-hati jangan terlalu ekstrem saja," tambahnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved