Berita Solo Terbaru
Peduli Stunting, Dosen Kebidanan dan Mahasiswa S3 IKM UNS Turun Lapangan: Edukasi Masyarakat
Kepedulian pada stunting membuat mahasiswa dan dosen di UNS bergerak. Mereka turun ke lapangan untuk melakukan edukasi pada masyarakat.
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Peduli dengan stunting, dosen Program Studi (Prodi) Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan dan mahasiswa S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta lakukan penelitian dan pengabdian masyarakat.
Kelompok dosen dan mahasiswa tersebut tergabung dalam Resiliensi Komunitas Ibu dengan Anak Berisiko Stunting (REKIS).
Tema yang diberikan yakni “Penguatan Resiliensi Ibu dalam Optimalisaasi Tumbuh Kembang Balita dan Pencegahan Stunting”.
Program tersebut merupakan sinergi program Bidan Inspiratif Untuk Negeri (BIUN) yang berkolaborasi antara Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa dengan Kimia Farma sebagai donatur.
Ketua pelaksana kegiatan, Niken Bayu Argaheni mengatakan, stunting masih menjadi sebuah isu yang sering dibahas dalam dunia kesehatan di Indonesia.
Hal ini tak lepas dari masih cukup tingginya angka stunting, untuk itu, perlu memberikan informasi yang tepat bagi para orang tua yang memiliki anak usia balita.
“Kegiatan ini bertolak pada keresahan ibu yang memiliki anak stunting dengan banyaknya cibiran dari lingkungan yang melemahkan mental ibu dalam mengasuh anaknya,” kata Niken, Jumat (20/1/2023) siang.
Baca juga: Ratusan Anak Bawah Dua Tahun Stunted di Wonogiri Discreening, Upaya Tekan Angka Stunting
Kegiatan yang ditujukan pada ibu dengan anak stunting di wilayah kerja Puskesmas Gilingan ini terbagi menjadi dua, yaitu penelitian dan pengabdian masyarakat.
Penelitian yang dilakukan berupa uji coba penguatan mental ibu melalui peningkatan pengetahuan ibu tentang stunting oleh Dr. Grhasta Dian Perestroika, S.ST., M.Kes. dan peningkatan resiliensi ibu dengan anak stunting oleh Mustikaningtyas, M.PH., Psikolog.
Sedangkan, kegiatan pengabdian masyarakat berupa pengarahan resep masakan dengan bahan pangan lokal kepada Ibu dan kader oleh Rizka Ayu Setyani, S.ST., M.PH.
Selain itu dilakukan juga pembagian buku resep masakan dan pemberian bantuan berupa minyak goreng kepada para peserta yang hadir.
Diharapkan, dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan resiliensi dan ketangguhan ibu yang memiliki anak stunting agar berdaya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan anaknya.
Inovasi REKIS secara langsung di implementasikan pada ibu dengan anak yang terindikasi stunting sebagai langkah awal untuk melakukan pemberdayaan komunitas ibu.
Pemberdayaan tersebut nantinya bisa untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan resiliensi ibu serta peningkatan kapasitas dalam membuat variasi olahan menu sebagai upaya perbaikan perilaku konsumsi anak.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Gilingan, Ketua PKK Desa Gilingan, Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Surakarta, dan Nutrisionist serta Bidan dari Puskesmas Gilingan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Stunting.jpg)