Pemilu 2024

Yenny Wahid soal Tugas NU: Jaga Pemilu 2024 Tetap Dingin, Pastikan Calon Tak Pakai Politik Identitas

Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis PBNU, Yenny Wahid menuturkan tidak ada bahasan politik terkait sosok yang akan didukung dalam Pilpres di NU

Tribunnews/Jeprima
Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis PBNU, Yenny Wahid. Dia menegaskan tidak ada bahasan politik terkait sosok yang akan didukung dalam Pilpres 2024 di tubuh NU. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah partai politik (parpol) telah memanasi mesin mereka menjelang Pilpres 2024.

Ada yang sudah menyebut sosok yang akan didukung dalam kontestasi politik lima tahunan.

Misalnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang siap mendukung bila Ganjar Pranowo dan Yenny Wahid maju dalam Pilpres 2024.

Ganjar didukung sebagai calon presiden (capres) dan Yenny dijagokan jadi calon wakil presiden (cawapres).

Selain PSI, partai NasDem juga telah menunjukkan arah dukungan.

Mereka sejauh ini masih kekeh mendukung Anies Baswedan sebagai capres.

Bagaimana dengan Nahdlatul Ulama (NU) ?

Meski bukan parpol, suara warga NU tentu menjadi salah satu yang akan diperebutkan dalam kontestasi Pilpres 2024.

Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis PBNU, Yenny Wahid menuturkan tidak ada bahasan politik terkait sosok yang akan didukung dalam Pilpres 2024 di tubuh NU.

Yang ada, NU ingin fokus memastikan agar kontestasi itu tidak menimbulkan perpecahan.

"Tugas utama NU menjaga kesatuan dan persatuan bangsa, siapapun calon yang akan maju," kata dia kepada TribunSolo.com, Minggu (22/1/2023).

Baca juga: Pemilu 2024, Partai Gelora Bidik 22,2 Persen Kursi DPRD Karanganyar, Akan Amankan 2 Kursi Tiap Dapil

"Yang paling penting kita menjaga suasana tetap dingin, kita memastikan bahwa semua calon jangan menggunakan isu-isu politik identitas," tambahnya.

Apalagi NU, dituturkan Yenny, sejauh ini masih memegang teguh politik kebangsaan.

"Kita adalah salah satu stakeholder dari NKRI, sehingga tugas utama NU menjadi pilar Indonesia," ucap dia.

"Mau politiknya apapun, mau politisi silatnya seperti apapun, tugas NU menyangga agar bangsa dan negara agar tetap utuh," tambahnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved