Berita Sragen Terbaru

Nestapa Warga Desa Tenggak Sragen, Rumah Tinggal Puing, Disapu Arus Sungai Bengawan Solo

Meluapnya Sungai Bengawan Solo, membuat rumah hunian di Dukuh Nglombo, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen hanyut. 

Tayang:
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Septiana Ayu
Rumah warga Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen hanyut dibawa derasnya arus Sungai Bengawan Solo, Sabtu (18/2/2023).  

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Meluapnya Sungai Bengawan Solo, membuat rumah hunian di Dukuh Nglombo, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen hanyut. 

Kejadian tersebut terjadi hari Jumat (17/2/2023) sekitar pukul 17.30 WIB. 

Rumah tersebut milik Budi Wiyono (45), yang berdampingan langsung dengan Sungai Bengawan Solo

Kini rumah tersebut hanya tinggal puing-puing tembok dan lantai saja. 

Sedangkan, tembok berupa batako dan atap rumah hanyut terbawa arus sungai terbesar di Pulau Jawa itu. 

Detik-detik hanyutnya rumah tersebut terekam dan beredar cepat di media sosial. 

Baca juga: Dampak Banjir di Sragen, Jalan Tergenang hingga Sawah Terendam: Sungai Bengawan Solo Meluap

Baca juga: Banjir di Sragen Hari Ini : Rendam 5 Kecamatan, Pagi Berganti Malam Belum Kunjung Surut

Dimana, hanya dalam hitungan detik, tembok rumah yang masih dihuni itu hanyut. 

Budi mengatakan sebelum kejadian, dinding rumah dan lantai sudah mulai retak. 

Dikarenakan tanah dibawahnya tergerus derasnya arus sungai.

"Paginya sudah terlihat retakan, sepanjang 1 jari, siangnya bertambah lebar, dan sore harinya itu langsung ambrol," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (18/2/2023). 

Karena sudah mengetahui akan hanyut, Budi pun langsung mengevakuasi peralatan rumah dan memastikan tidak ada orang di rumah tersebut. 

Saat kejadian pun tidak ada orang di dalam rumah, dan anggota keluarganya berhasil selamat. 

"Pagi itu sudah diantisipasi, jadi mulai dicopoti gentingnya, rencana memang hari ini mau dibongkar, tapi keduluan sama sungai," jelasnya. 

"Dibongkar baru dapat sepertiga sudah hanyut, sebelumnya masih diatas melepaskan genting itu, waktu turun, langsung amblas itu," tambahnya. 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved