Kasus Mario Dandy
Keluarga AG Kena Imbas Kasus Mario Dandy Aniaya David, Kini Mengaku Dapat Ancaman Misterius
Kakak kandung AG, Ivana Yoan beberapa waktu menceritakan soal kondisi keluarganya setelah kasus tersebut bergulir.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -- Imbas kasus Mario Dandy menganiaya David kini berbuntut panjang, keluarga AG gadis 15 tahun yang menjadi pelaku penganiyaan kini terdampak.
Kakak kandung AG, Ivana Yoan beberapa waktu menceritakan soal kondisi keluarganya setelah kasus tersebut bergulir.
Diketahui, AG adalah kekasih Mario Dandy Satriyo (20) yang telah menjadi tersangka penganiaya David.
Baca juga: Aduan AG Jadi Petaka untuk David, Pengacara Shane: Aksi Penganiayaan Direncanakan Sejak Januari 2023
Sedangkan, AG yang masih di bawah umur, ditetapkan sebagai pelaku.
Ivana Yoan menyebut dirinya memberanikan diri bersuara karena kasus tersebut secara langsung memukul mental keluarga, khususnya sang adik.
Kata dia, keluarganya turut mendapatkan ancaman dari orang tidak dikenal.
Dalam YouTube Mata Najwa yang tayang pada Jumat (3/3/2023) Ivana Yoan mengungkap kronologi lengkap berdasarkan pengakuan AG.
Baca juga: AG Jadi Pelaku Kasus Penganiayaan David, Pemerhati Anak Desak KPAI Beri Rehabilitasi Psikologis
Awalnya dikatakan Ivana Yoan, semua bermula dari kabar soal David yang melakukan pelecehan seksual dengan menyentuh bagian intim AG.
Hal tersebut pun memicu kemarahan Pacar AG, yakni Mario Dandy Satriyo alias MDS yang mengetahui informasi tersebut dari APA, teman dari AG.
"Untuk mengklarifikasi sebenarnya bukan AG yang memberitahu MDS terkait prilaku tidak menyenangkan tersebut," terangnya.
MDS dikatakan Ivana, lantas mengkonfirmasi kepada AG dan bertanya ingin bertemu dengan korban David.
"MDS selalu mengungkit kapan nih bertemu dengan D kapan nih kapan," terang Ivana.
Baca juga: Ditetapkan sebagai Pelaku, Inilah Peran AG dalam Kasus Penganiayaan David yang Dilakukan Mario Dandy
Lebih jauh, Ivana mengatakan, soal kartu pelajar itu memang sudah direncanakan oleh AG jauh sebelum penganiayaan terjadi.
AG katanya sudah berulang kali ingin mengembalikan kartu pelajar itu kepada David.
"Saat itu MDS menjemput AG di sekolah karena tidak jadi magang, memang tidak ada rencana untuk menghampiri D tidak sama sekali," tuturnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Jonathan-Latumahina-ayah-David-buka-suara-soal-saksi-AGH.jpg)