Kasus Mario Dandy

Keluarga AG Kena Imbas Kasus Mario Dandy Aniaya David, Kini Mengaku Dapat Ancaman Misterius

Kakak kandung AG, Ivana Yoan beberapa waktu menceritakan soal kondisi keluarganya setelah kasus tersebut bergulir.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Kolase Tribun Style/Twitter @seeksixsuck
Jonathan Latumahina, ayah David buka suara soal saksi AGH, yakini pacar Mario Dandy terlibat dalam kasus penganiayaan putranya 

"Hanya ingin bertemu dan pergi bareng aja, AG juga baru ingat kartu pelajar masih ada di dia, sehingga MDS minta AG chat D tanya posisi untuk mengembalikan kartu pelajar tersebut," sambungnya,

Ditekankan Ivana, jika MDS yang menyuruh AG berbohong ke D soal sedang bersama kakaknya.

Baca juga: Ahmad Pemilik Rubicon Mario Dandy Tinggal di Kontrakan, Tetangga Heran Kok Bisa Beli Mobil Mahal?

Sempat dijawab D soal kakak AG diketahui tidak ada di Indonesia, lantas dijawab AG yaitu kakak sepupu.

"Di situ AG merasa tidak nyaman, MDS bertemu dengan D dengan posisi AG disuruh berbohong," terangnya.

Kediaman Ahmad Saefudin di Mampang, Jaksel dan barang bukti mobil Jeep Rubicon bernomor polisi B 120 DEN yang dikendarai Mario Dandy Satriyo (20) saat kejadian dalam kasus penganiayaan anak Pengurus GP Ansor, Cristalino David Ozora (17) telah diamankan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jumat (24/2/2023).
Kediaman Ahmad Saefudin di Mampang, Jaksel dan barang bukti mobil Jeep Rubicon bernomor polisi B 120 DEN yang dikendarai Mario Dandy Satriyo (20) saat kejadian dalam kasus penganiayaan anak Pengurus GP Ansor, Cristalino David Ozora (17) telah diamankan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jumat (24/2/2023). (Kolase Tribunnews.com)

AG lantas berusaha untuk mencegah pertemuan ini, dikatakan Ivana adiknya lalu pulang ke rumah dan mengganti baju.

Kemudian pergi melakukan treatment di salah satu mall.

Di waktu itu, MDS sempat menunggu diluar dengan posisi HP AG lowbat dan kembali teringat soal kartu pelajar D tertinggal di rumahnya.

Baca juga: Mario Dandy Bohongi Polisi, Mengaku Saling Pukul dengan David untuk Tutupi Kejahatannya

Kemudian meminta MDS untuk memesan gosend untuk mengambil kartu pelajar D diantar ke mall tempat mereka berada.

"Gosend dipesan oleh MDS, selama menunggu ternyata MDS menjemput temannya S, ternyata sebelum sampai mereka sudah ada pembicaraan sendiri, 'wah parah nih kalau jadi loe gue gak terima pukuli ajah nih' sudah dikonfirmasi BAP," ucap Ivana.

Dimomen itu, Ivana menerangkan jika AG pertama kalinya bertemu dengan S dan di mobil tidak ada pembahasan soal penganiayaan terhadap D.

Selesai dari mall mereka menuju kediaman di Lebak Bulus, namun dikabarkan jika D tidak ada.

"D diberi tahu jika ada di rumah saksi R di Pesanggrahan, dari mall menuju TKP tidak ada rencana penganiayaan, yang AG tahu ingin mengembalikan kartu pelajarnya D, dan MDS ingin berbicara baik-baik dengan D," jawabnya.

Ivana mengatakaan, jika AG sebelum turun mobil saat sampai TKP meminta MDS untuk menyelesaikan dengan baik-baik.

"Mereka nunggu di trotoar dekat rumah tersebut, orang pertama masuk ke rumah saksi R yakni MDS lalu S dan AG, ketika sampai di rumah berusaha membuka tralis karena tidak berhasil lalu menunggu di teras," ujarnya.

"MDS lantas meminjam HP AG mengirimkan voice note ajak D untuk turun, D disitu posisinya tau ada MDS, di mana MDS sempat mengenalkan diri, awalnya baik-baik saja, namun di situ ada VN yang akhirnya intonasi MDS jadi meninggi, 'loe yang turun atau gue yang naik', sehingga D turun," ucapnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved