Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Penjual Bubur Tewas Bersimbah Darah

Sosok Jumiyem yang Dibunuh di Cepogo Boyolali : Jual Bubur Laris Manis, Hasil Banyak Dibelikan Emas

Warga digegerkan dengan pembunuhan di Dukuh Sidodadi RT 16, RW 8, Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Tri Widodo
Anjing pelacak diterjunkan untuk melakukan penyelidikan kasus pembunuhan janda penjual bubur dan kebutuhan dapur di Dukuh Sidodadi, Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kamis (6/4/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kasus pembunuhan terjadi di Lereng Merbabu.

Tepatnya di Dukuh Sidodadi RT 16, RW 8, Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.

Jumiyem (64) seorang janda penjual bubur dan kebutuhan dapur menjadi korbannya.

Warga sekitar tak ada yang menyangka jika puasa ke-15 ini menjadi hari terakhir bagi Juminem.

Sosok perempuan yang gemar memakai perhiasan itu tewas mengenaskan.

Tubuhnya tengkurap, bersimbah darah.

Ada luka terbuka di bagian tubuh dan kepala.

Padahal, Jumiyem dikenal sebagai warga sekaligus pedagang bubur yang baik.

Suwarmi (41) salah tetangganya mengaku sedih.

"Orangnya baik, aktif di kegiatan lingkungan. Setiap perkumpulan RT (lingkungan) selalu datang. Kumpulan ibu-ibu datang, kumpulan bapak-bapak juga datang," katanya kepada TribunSolo.com.

Korban adalah seorang janda, memiliki anak satu yang berada di Bekasi.

Baca juga: Penyelidikan Sementara Tewasnya Bakul Bubur di Cepogo Boyolali, Polisi : Korban Dipukul Benda Tumpul

Baca juga: Kronologi Penjual Bubur Tewas Mengenaskan Penuh Luka : Kakak Ipar Curiga Warung Tak Kunjung Buka

Setiap hari korban berjualan bubur dan kebutuhan dapur di rumahnya.

"Setiap hari jualan bubur. Ramai. Yang beli bukan hanya warga sini, dari daerah lain juga banyak," jelas Suwarmi.

Mereka biasanya makan di tempat, sehingga korban tak hanya jualan bubur, tapi juga beberapa jenis lauk seperti gorengan.

Korban juga dikenal sebagai pribadi yang rajin menambung.

Dari hasil jualan bubur itu dibelikan perhiasan emas yang dia pake sendiri.

"Setiap hari suka memakai perhiasan. Gelang, kalung, cincinnya besar-besar. Katanya itu semua perhiasannya itu totalnya 1 ons," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved