Berita Sragen
Maling Bobol Rumah di Masaran Sragen, Beraksi Saat Pemilik Pergi Salat Tarawih, Gondol Uang 703 USD
Jika dikonversi ke dalam rupiah, pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp 10.193.500
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Rumah warga Dukuh Gelang, RT 30, Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen dibobol maling pada Senin (3/4/2023) lalu.
Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong, karena ditinggal pemiliknya menunaikan salat tarawih di masjid.
Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama melalui Kasi Humas Polres Sragen, Iptu Ari Pujiantoro menerangkan kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 19.30 WIB.
Kejadian bermula ketika pemilik rumah mendahului pulang setelah salat Isya karena merasa perutnya sakit.
"Kemudian, pemilik rumah masuk ke dalam rumah, sebelum ke toilet, ia mengambil HP di kamarnya," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Selasa (11/4/2023).
Lanjut Iptu Ari, pada saat masuk ke dalam kamar, pemilik rumah tersebut melihat ada seorang laki-laki yang dikenalnya sudah berada di dalam kamar.
Laki-laki itu diketahui bernama Dwi Sukarno alias Kelek.
Baca juga: Siap-siap Jalanan jadi Penuh, Diperkirakan 4 Ribu Kendaraan Masuk Sragen saat Arus Mudik 2023
Baca juga: Kisah Sihwanti Buruh Gendong di Sragen: Hidupi Keluarga, Bersyukur Meski Kantongi Rp30 Ribu Per Hari
Ketika ditanya alasannya masuk ke kamar, Dwi Sukarno hanya diam dan tidak menjawab.
Setelahnya, istri pemilik rumah mengecek barang-barang yang ada di dalam kamar.
"Didapatilah uang yang berada di dompet sebanyak 703 USD milik pemilik rumah sudah tidak ada," ujarnya.
"Saat pemilik rumah mengecek barang-barang tadi, dimanfaatkan pelaku untuk meninggalkan lokasi kejadian melalui pintu belakang rumah," tambahnya.
Setelahnya, didapati bahwa jendela rumah yang berada di sebelah utara sudah dalam kondisi pecah.
"Modusnya pelaku masuk ke dalam rumah dengan mencongkel kaca jendela, lalu membuka jendela setelah membuka kunci jendela," pungkasnya.
Jika dikonversi ke dalam rupiah, pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp 10.193.500.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Polisi-olah-TKP-di-rumah-yang-jadi-sasaran-maling-saat-ditinggal-pergi-tarawih-di-Masaran-Sragen.jpg)