Berita Wonogiri
Kunjungi Wonogiri, BKKBN Bersama Mitra Kerja Komitmen Keroyok Perangi Stunting
Kepedulian tentang stunting diperlihatkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Mereka menggelar sosialisasi di Wonogiri.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Gotong Royong Bersama Mitra Kerja Dalam Penurunan Angka Stunting di Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, Senin (17/4/2023).
Dalam acara tersebut, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo memberikan edukasi kepada peserta mengenai stunting, termasuk bagaimana mencegah terjadinya stunting sejak dini.
Ditemui usai acara, Hasto Wardoyo mengatakan pihaknya bersama mitra kerja secara gotong royong memulai percontohan program dua telur kepada anak-anak terindikasi stunting di Wonogiri.
"50 anak stunting kita beri program sehari dua telur selama enam bulan. Nanti full enam bulan," kata dia, kepada TribunSolo.com.
Hasto mengatakan, Badan Pangan Nasional juga mendukung program tersebut.
Secara bersamaan selama beberapa bulan kedepan Badan Pangan Nasional akan memberikan makanan tambahan untuk keluarga berisiko stunting.
Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan target pemerintah pusat menuju zero stunting bisa segera terpenuhi.
Baca juga: Bupati Sukoharjo Masih Fokus Soal Stunting, Terus Wujudkan Keluarga yang Berkualitas
Hasto menjelaskan pada akhir tahun ini angka stunting bisa turun hingga tiga persen menjadi 18 persen.
"Dari 18 persen itu nanti akhir 2024 targetnya menjadi 14 persen. Makanya ini dikeroyok dari semua kementerian lembaga ini punya program," kata Hasto.
Hasto menyebut, Badan Pangan Nasional memilki program bantuan pangan yang menyasar sebanyak 10 ribu keluarga berisiko tinggi stunting di Wonogiri.
"10 ribu itu kan ada data by name by addressnya, nanti program bantuan pangan itu segera dimulai setelah lebaran. Bantuannya berupa telur dan daging ayam," ujar Hasto.
Sementara itu, menurut dia progres penanganan stunting di Wonogiri sudah baik karena di Wonogiri memiliki aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPBGM) yang mana menunujukkan data stunting real count by name by address.
Dari aplikasi tersebut menurut Hasto angka stunting di Wonogiri sebesar 10 persen.
Pada bulan Agustus nanti saat ada pengukuran, diharapkan dengan cara keroyokan semua pihak, hasilnya akan lebih baik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Sosialisasi-dan-KIE-Program-Bangga-Kencana.jpg)