Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Mudik Lebaran 2023

Kisah Penjual Bakso di Ibukota, Bisa Mudik Gratis ke Gemolong Sragen, Hemat Uang Setengah Juta Lebih

Jika mengeluarkan biaya sendiri, setidaknya ia harus membayar Rp 220 ribu per orang.

Tribunsolo.com/Ahmad Syarifudin
Suasana di Terminal Tirtonadi Solo saat kedatangan bus dengan program mudik gratis dari Pemprov DKI Jakarta, Senin (17/4/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Program mudik gratis bak berkah bagi banyak perantau di kota-kota besar.

Sebab program itu meringankan beban ongkos mereka untuk bisa bersua dengan keluarga di kampung halaman.

Supardi (63), penjual bakso di ibukota, salah satunya.

Supardi  bersyukur akhirnya bisa mudik dengan cuma-cuma ke kampung halamannya di Gemolong, Sragen.

Bus yang ditumpanginya tiba di Terminal Tirtonadi Solo, Senin (17/4/2023) sekitar pukul 19.00.

Ia merupakan peserta mudik gratis dari Pemprov DKI Jakarta.

"Dari Jakarta Dishub DKI. Gratis," jelasnya, kepada TribunSolo.com, Senin (17/4/2023).

Mudik kali ini hampir tidak ada hambatan berarti. Bahkan lebih cepat dari perkiraan.

Baca juga: Gibran Larang ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Suruh Pakai Kendaraan Pribadi atau Transportasi Umum 

Baca juga: Ratusan Pemudik Tiba di Karanganyar, Senang Dibantu Program Mudik Gratis Pemkab Karanganyar 

"Berangkat dari jam 10 pagi nyampe sini jam 7 malam. Nyaman, baik," ungkapnya.

Busnya hanya sempat berhenti di rest area untuk istirahat dan salat.

"Berhenti di rest area salat. Alhamdulillah cepat," tuturnya.

Supardi mengaku hemat lebih dari setengah juta lebih dalam ongkos pada mudik kali ini.

Jika mengeluarkan biaya sendiri, setidaknya ia harus membayar Rp 220 ribu per orang.

Kali ini, Supardi justru bisa mudik dengan cuma-cuma. Bahkan dengan anak, istri, dan keponakan.

Setelah sampai di Terminal Tirtonadi, Supardi sudah berencana naik taksi online ke kampung halamannya.

"Mudik ke Gemolong, Sragen. Rencana naik Grab," jelasnya.

Ia sendiri telah merantau di Jakarta sejak tiga belas tahun silam.

"Jualan bakso. Dari tahun 2010," tuturnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved