Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Mudik Lebaran 2023

Jalan Tembus Tawangmangu-Magetan Masuk Jalur Mudik Rawan Longsor, BPBD Minta Masyarakat Hati-hati 

Masyarakat diminta waspada saat melewati jalur rawan longsor di Kawasan Karanganyar. Salah satunya yakni jalan tembus Tawangmangu-Magetan.

Tribunsolo.com/Mardon Widiyanto
Ilsutrasi Jalur mudik rawan longsor: Penampakan salah satu batu besar yang jatuh bersamaan dengan longsoran di jalan tembus Tawangmangu - Magetan, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (16/4/2023) dini hari. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar memetakan titik rawan longsor di jalur mudik di Kabupaten Karanganyar.

Pemudik diminta berhati-hati saat melintasi titik rawan longsor di Kabupaten Karanganyar.

Kepala BPBD Karanganyar, Bagoes Darmadi mengatakan, spanduk sudah dipasang di tebing jalan tembus Tawangmangu-Magetan, Ngargoyoso, Jatiyoso dan Kerjo.

"Pemasangan spanduk diutamakan di titik rawan longsor, penghubung antar kecamatan yang ramai kendaraan bermotor," kata Bagus kepada TribunSolo.com, Rabu (19/4/2023).

Bagus mengatakan, potensi longsor susulan di jalan tembus Tawangmangu-Magetan tetap diwaspadai. 

Diprediksi, jalur itu dilewati kendaraan secara nonstop dengan tujuan mudik maupun ke obyek wisata.

Dia menuturkan, lokasi pemasangan spanduk di lokasi stategis yang terlihat dari dua arah.

Baca juga: Mudik Bareng Honda 2023 : 2.009 Konsumen Setia Pulang Balik Jakarta-Semarang & Jogja

"Tulisannya besar-besar, menginformasikan bahwa jalur yang dilewati rawan longsor, supaya pengguna jalan ancang-ancang dan waspada," ucap Bagus.

Dia menuturkan, faktor kecelakaan selain longsor juga kondisi jalan. 

Ia tak memungkiri masih terdapat aspal mengelupas dan berlubang yang bisa memicu kecelakaan lalu lintas. 

"Jangan tergesa-gesa apalagi ngebut. Enggak semua aspalnya mulus," ungkap Bagus.

Bagus mengingatkan masyarakat terkait bahaya kebakaran dan jangan sampai membiarkan alat listrik menyala selama meninggalkan rumah. 

Dia menjelaskan, kebanyakan pemicu kebakaran korsleting listrik akibat kelalaian warga. 

"BPBD tetap stand by di mako, kami enggak berpencar ke posko-posko karena kurang efektif, selama libur lebaran ada petugas piket. 10 personel tiap shift," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved