SiMakmur

Imbas Tingginya Paparan Sinar UV, Pemkab Sukoharjo Antisipasi Kekeringan di Beberapa Sektor

TribunSolo.com/Anang Ma'ruf
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat panen raya padi di hamparan sawah KT. Suko Karyo, Desa Karangwuni, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Rabu (22/2/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebagian besar wilayah Indonesia sedang dilanda cuaca yang sangat panas, termasuk Sukoharjo

Bahkan indeks sinar ultraviolet (UV) di Solo Raya mencapai level yang tinggi.

Di Solo dan sekitarnya, termasuk Sukoharjo saat ini berada dikisaran 9 atau masuk kategori very high.

Adanya fenomena tersebut, membuat Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo bergerak dan memantau kondisi sektor pertanian, perikanan dan peternakan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, fenomena pemanasan suhu udara saat ini akan berdampak pada kekeringan.

Untuk mengantisipasi fenomena tersebut, Bagas menyebut akan ada beberapa langkah yang diambil untuk mengatasi kekeringan.

Baca juga: Cuti Lebaran Usai, Bupati Etik Pastikan ASN dan Pegawai Berikan Pelayanan Penuh ke Warga Sukoharjo

Baca juga: Bupati Etik Gelar Open House, Warga Sukoharjo Antusias Tatap Muka Langsung, Ada yang Dari Pelosok

"Ada dua langkah yang dilakukan yakni pertama dilakukan secara internal dimana Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo bergerak cepat dengan menerjunkan penyuluh pertanian," ucap Bagas, kepada TribunSolo.com, Kamis (27/4/2023).

Langkah kedua, Bagas menyebut secara eksternal dimana melaporkan resmi kepada Pemkab Sukoharjo dan meminta kerjasama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Bagas mengatakan saat ini langkah-langkah tersebut sedang proses berjalan dimulai sejak hari pertama bekerja usai libur cuti bersama lebaran, Rabu (26/4/2023) kemarin.

Dua langkah tersebut dilakukan mengingat beberapa hari terakhir terjadi peningkatan suhu udara dimana cuaca sangat panas.

Bagas menambahkan, Kekeringan akan sangat terasa dampaknya bagi para petani di Sukoharjo.

"Kekeringan di area pertanian, bisa menyebabkan penurunan produktivitas padi atau terburuk gagal panen akibat kekurangan air, Jadi tetap diantisipasi sejak sekarang," tandasnya.

(*/adv)