Berita Jogja
Keterangan Polisi soal Bentrok di Taman Siswa Jogja: Pertikaian Suporter Brajamusti dan Anggota PSHT
Pendekar perguruan silat PSHT yang terlibat kerusuhan di kawasan Yogyakarta ada yang datang dari kota/kabupaten Jateng.
Penulis: Tribun Network | Editor: Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, YOGYAKARTA - Bentrok antara dua kelompok di Jalan Taman Siswa, Yogyakarta, Minggu (4/6/2023) malam, akhirnya selesai.
Polda Daerah Istimewa Yogyakarta telah mendamaikan kedua tokoh dari kelompok yang saling bertikai.
Lantas, kelompok mana yang terlibat dalam bentrok itu?
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY, Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra mengatakan bentrok ini melibatkan kelompok suporter sepakbola Brajamusti (pendukung PSIM Yogyakarta) dan anggota perguruan silat PSHT.
Nuredy mengatakan, kelompok pesilat itu tak hanya berasal dari Jogja, tapi juga luar Jogja, termasuk daerah Solo Raya.
Ia menyebut mereka dari Solo, Boyolali, dan Klaten.
"Mereka dari seluruh Jogja bahkan ada yang dari luar Jogja," terang Nuredy, Senin (5/6/2023) dikutip dari TribunJogja.
"Wilayah tetangga Jogja, Klaten, Solo, Boyolali, tetangga dekatlah," kata Nuredy.
Lebih kurang 352 orang yang diduga terlibat dalam aksi kerusuhan di Jalan Taman Siswa, Kota Yogyakarta, Minggu (4/6/2023).
Baca juga: Akhir Kerusuhan di Jalan Tamansiswa Yogyakarta, Pihak Perguruan Silat dan Suporter Bola Pilih Damai
Baca juga: Mencekamnya Kerusuhan di Yogyakarta, Polisi Sampai Kerahkan 16 Truk, Ratusan Orang Dievakuasi
Ratusan orang tersebut kini masih berada di Mapolda DIY untuk menjalani pemeriksaan.
Mereka akan dilepas dan tidak akan dikenakan wajib lapor meski tindakannya sudah meresahkan masyarakat.
"Nanti akan dipulangkan, tidak ada wajib lapor," kata Nuredy.
"Dipulangkan, sebagaimana kami sampaikan tadi 352 masyarakat yang diamankan itu diamankan supaya dia tidak menjadi korban dan diamankan supaya dia tidak menjadi pelaku," tambahnya.
Ia mengatakan mereka dipulangkan demi menjaga kondusifitas keamanan di wilayah hukum Polda DIY.
"Fokus kami adalah mengamankan jiwa dan raga," ucap Nuredy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-kerusuhan-di-Jalan-Tamansiswa.jpg)