Berita Solo
Saran Pengelola Indekos di UNS Soal Kasus Kemalingan, Lebih Ketat Awasi Tamu yang Datang
Pengawasan tamu yang datang di kawasan indekos UNS diharapkan lebih diperketat. Sebab, banyak orang baru datang disana.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Maraknya kasus pencurian di area indekos sekitar kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) beberapa bulan terakhir juga menjadi sorotan bagi pengelola kos.
Seperti diketahui, dari aduan yang didapatkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS, setidaknya ada puluhan laporan kehilangan selama kurun dua bulan terakhir.
Hal itu juga menjadi perhatian tersendiri bagi banyak pihak, salah satunya yang dilakukan oleh Widi Nugroho, pengelola salah satu indekos yang berada di gang Surya I.
Meski sebenarnya menurut Widi, terkait penjagaan lingkungan dengan ronda warga masih tetap dilakukan seperti biasanya.
"Kalau ronda sih masih sama, nggak ada beda dalam artian sama polanya seperti dulu," ujar Widi saat dihubungi TribunSolo.com, Rabu (7/6/2023).
Sebagai pengelola indekos, Widi pun menyarankan rekan sesama profesinya untuk bisa memperketat aturan bagi penghuni kos.
"Yang diminta memperketat justru malah pengelola kos-kosan sendiri. Mereka yang harusnya melakukan pengawasan di wilayahnya, di kos-kosannya," tambah Widi.
Baca juga: Marak Kasus Kemalingan di Kos-kosan Belakang UNS, Pengelola Kos Akui Tak Pengaruhi Omzet Indekos
Ia juga menambahkan, untuk penghuni kos yang kebanyakan merupakan mahasiswa diminta untuk ikut menjaga lingkungan.
"Terus juga bagi penghuni kalau udah ada pengalaman kehilangan begitu seharusnya menjadi pelajaran jangan sampai itu terjadi atau menimpa mereka (lagi). Kembali lagi ke pribadi masing-masing," terangnya.
Kejadian pencurian yang terjadi menurut Widi terkadang lantaran adanya ketidaksiagaan penghuni kos.
"Banyak yang teledor misalnya motor ditinggal di luar tanpa dikunci semalaman, maksudnya di pinggir jalan, itu sering sekali," ungkap Widi.
"Kemudian masalah seperti hilang laptop itu, mereka (penghuni kos) tidak bisa mengontrol siapa yang keluar masuk (kos) karena memang kadang ada kos yang terlalu bebas. Artinya bebas itu mereka tidak mengontrol tamu-tamunya," imbuhnya.
Apalagi di lingkungan indekos yang sering berganti-ganti penghuni membuat pengawasannya menurut Widi cukup kompleks.
"Kalau masalah lingkungan, di daerah belakang kampus kan banyak pendatang. Sampai kita tidak bisa membedakan mahasiswa, tamu mahasiswa, bahkan maling. Jadi yang harus dilakukan ya prefentif sendiri," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kawasan-UNS-Solo-tampak-ramai.jpg)