Jamu Mengandung Bahan Kimia Obat
BREAKING NEWS: Dinkes Kota Solo Temukan Jamu Mengandung Bahan Kimia Obat
Dinas Kesehatan menemukan jamu yang mengandung bahan kimia obat. Konsumsi jamu ini tidak disarankan karena beresiko pada tubuh.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dinas Kesehatan Kota Solo melakukan inspeksi mendadak ke beberapa kios jamu di sejumlah tempat, Rabu (12/7/2023).
Mereka masih mendapati jamu dengan kandungan bahan kimia obat (BKO) yang membahayakan jika dikonsumsi.
"Dari yang sudah kita lakukan ada 2 lokasi. Dia menjual produk jamu yang mengandung bahan kimia obat. Tapi tadi sudah kita musnahkan," jelas Penyuluh Obat dan Makanan Dinas Kesehatan Kota Solo Yulia Fitri Ananta Dewi.
Menurutnya, BKO sebenarnya boleh digunakan namun hanya dalam produk obat dengan pengawasan ketat oleh dokter.
Jika bahan tersebut dicampur dalam jamu maka dapat berbahaya bagi kesehatan.
"Bahan kimia obat sebenarnya boleh digunakan tapi sebagai obat. Jadi tidak ditambahkan di jamu. Kalau jamu memang harusnya benar-benar alami tidak ada bahan kimia obat," terangnya.
BKO hanya boleh dikonsumsi dengan dosis yang terukur secara ketat dan melalui resep dokter.
"Kalau bahan kimia obat semestinya digunakan dalam bentuk obat dosisnya jelas indikasinya jelas jadi terpantau oleh dokter," tuturnya.
Baca juga: Suasana Pagi di Pasar Nguter Sukoharjo : Aroma Rempah Jamu Sambut Indra Penciuman
Sejauh ini belum ada sanksi bagi penjual jamu yang menjual produk terlarang tersebut.
"Selama tidak keberatan untuk memusnahkan mereka sudah memusnahkan ya sudah," ujarnya.
Dadi hasil sidak ada penjual yang kedapatan menjual satu pack, ada pula yang beberapa pack.
"Ya macam-macam. Ada satu pack kecil ada yang beberapa pack," terangnya.
Pihaknya juga sekaligus melakukan sosialisasi agar penjual retail jamu kemasan mengecek produk sebelum dijual ke konsumen.
Salah satunya dengan cara mengeceknya melalui aplikasi milik BPOM.
"Tadi sudah kita sosialisasikan pemantauan screening aplikasi dari BPOM. Mereka berjualan lebih hari-hati. Produk bisa dicek dulu di aplikasi tersebut aman apa tidak. Izin edar dan kalau ada isu penting publikasi dari BPOM," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-sidak-kios-jamu.jpg)