Berita Boyolali
Jalan Tanah di Lereng Merapi Boyolali Bakal Mulus, TNI Turun Gotong Royong Buat Akses untuk Petani
TMMD Sengkuyung tahap II tahun 2023 menyasar kawasan lereng merapi. Nantinya akan dibangun jalan mulus untuk petani.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Jalan tanah di lereng merapi tepatnya di Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk bakal dibangun.
Jalan yang merupakan akses untuk petani itu bakal dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II tahun 2023.
Selama 30 hari kedepan, TNI bersama Polri dan masyarakat akan melakukan pembangunan di sana.
Mulai dari pembangunan jalan beton sepanjang 1.083 meter dengan lebar 4 meter, bangun talud jalan sepanjang 284 meter.
Sedangkan untuk kegiatan non fisik berupa pembagian sembako, Donor darah, pembagian Al Quran serta berbagai jenis penyuluhan kepada masyarakat.
Diantaranya penyuluhan bidang hukum, bela negara, kesehatan, ekonomi, pendidikan dan agama serta kegiatan Bazaar murah.
Baca juga: Ratusan Anggota TNI AU & Komunitas Motor Besar Ikuti Sosialisasi Safety Riding Astra Motor Jateng
Dandim 0724/Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo mengatakan, Program TMMD Sengkuyung dimulai tanggal 12 Juli 2023 dan ditargetkan rampung pada 10 Agustus 2023.
TMMD ini akan menghabiskan dana sebesar Rp 729 juta.
Sumbernya dari APBD Provinsi Rp 229 juta dan APBD Kabupaten Boyolali Rp 500 juta.
"Sasaran non fisik juga tidak kalah penting, ada 13 item," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Boyolali, M. Said Hidayat mengatakan apa yang dilaksanakan dalam TMMD akan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Boyolali Khususnya Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk.
“Kita akan membangun jalan untuk mempermudah membuka akses perekonomian di desa, Mudah-mudahan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2023 bisa berjalan dengan baik dan lancar, mendapat sengkuyung dari masyarakat sehingga nanti outputnya bisa memberikan manfaat khususnya bagi masyarakat Boyolali dan terlebih lagi bagi masyarakat Desa Sukorejo,” pungkasnya. (*)
ALASAN Sopir Pikap Divonis 8 Bulan Bui Pasca Buat Petani Tewas Terlempar di Boyolali, Dianggap Lalai |
![]() |
---|
Sopir dalam Insiden Laka Mobil Pikap Sayur di Selo Boyolali Divonis 8 Bulan Penjara |
![]() |
---|
3 Fakta Menghitamnya Sungai di Sambi Boyolali, Pelaku Pembuang Limbah yang Cemari Diminta Bertobat |
![]() |
---|
Diduga Tercemar Limbah, Sungai di Sambi Boyolali Keruh Hitam dan Berbau |
![]() |
---|
Warga di Dua Desa Boyolali Resah, Sungai yang Biasa Mereka Gunakan Tercemar Limbah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.