Berita Wonogiri

Dapur Sronto di Wonogiri Terbakar, Api Tungku Sambar Kayu dan Kandang, 10 Kambing Terpanggang

Dapur rumah dan kandang kambing milik Sronto, warga Dusun Bulusari, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri terbakar.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Dok Damkar Wonogiri
Proses pemadaman dapur dan kandang kambing milik warga Dusun Bulusari, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri terbakar yang terbakar, Selasa (18/7/2023) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Dapur rumah dan kandang kambing milik Sronto, warga Dusun Bulusari, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri terbakar, Selasa (18/7/2023) pagi.

Akibat kejadian tersebut, kambing ternak miliknya mati hangus terpanggang.

Kepala UPT Damkar Wonogiri, Joko Santosa mengatakan kejadian tersebut terjadi sekira pukul 08.30 WIB.

"Kami menerima laporan masuk pukul 08.45 WIB, kemudian tiba di lokasi kebakaran pukul 08.55 WIB," ucap Joko kepada TribunSolo.com, Selasa (18/7/2023).

Joko mengatakan kejadian bermula saat anak dari Sronto  sedang memasak air di belakang rumah untuk bakso dan mie ayam. 

Baca juga: Nenek yang Dikubur Pria ODGJ di Wonogiri Lama Tak Terlihat, Awal Mula Kecurigaan Tetangga

Baca juga: Pak RT Tanya Keberadaan Neneknya, Pria ODGJ di Wonogiri Langsung Tunjukkan Kuburan di Belakang Rumah

Bahan bakar memasak menggunakan kayu bakar dan di sekitar tempat masak ada tumpukan kayu bakar dan kandang kambing

"Api itu kemudian ditinggal ke depan, akhirnya api menjalar mengenai tumpukan kayu, kandang kambing dan atap dapur, " kata Joko.

Pemadaman tersebut dipimpin oleh Danru I Suparno dengan mengerahkan 3 buah mobil Damkar.

Pemadaman dibantu oleh BPBD, Polsek Kota Wonogiri, Koramil Kota Wonogiri dan warga masyarakat.

"Api itu berhasil dipadamkan, sekira pukul 09.30 WIB," tutur Joko.

Dia mengatakan, tidak ada korban jiwa manusia atas kejadian tersebut.

Namun, kandang kambing yang berisi 10 ekor kambing ikut terbakar.

"Kayu untuk membuat rumah dan atap dapur ikut terbakar, dan nilainya masih dihitung," ujar Joko.

"Kami menghimbau kalau sedang memasak atau membakar sesuatu jangan ditinggal. Apalagi ini sedang musim kemarau dan angin," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved