Berita Boyolali
Jumlah Tembakau Yang Ditanam di Merbabu Berkurang : Masih Ada Hujan, Petani Trauma Harga di Pasaran
Tanaman tembakau bak emas bagi masyarakat lereng Merapi-Merbabu, apalagi saat musim kemarau.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Tanaman tembakau bak emas bagi masyarakat lereng Merapi-Merbabu, apalagi saat musim kemarau.
Saat musim tersebut, para petani tembakau akan mendapat hasil yang berkali-kali lipat.
Ya, hasil penjualnya setidaknya bisa mencukupi untuk sejumlah kebutuhan.
Termasuk pembangunan rumah, biaya sekolah, dan membeli mobil.
Kepala Desa Senden, Sularsih mengatakan hasil pertanian sayur hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Momen Ganjar Petik Tembakau Perdana di Selo Boyolali, Nasihati Petani Tak Lupakan Zakat
"Karena hasil yang terbesar itu tembakau," ujar dia, Minggu (6/8/2023).
"Kadang kalau sayur itu cukup untuk kebutuhan sehari-hari," tambahnya.
Tak salah jika masyarakat di Selo lanjutnya menjadikan tanaman tembakau ini sebagai harapan untuk mencukupi kebutuhan besar.
Hanya saja, musim tembakau saat ini tak sebanyak sebelumnya.
Jumlah lahan yang ditanami tembakau di Desa Senden berkurang.
Baca juga: Apa Itu Tungguk Tembakau, Tradisi Warga Lereng Merbabu, Bersyukur Hasil Panen Tembakau
Dari sekitar 400-an hektare, jadi 325 hektare.
"Untuk tahun ini berkurang sekitar 20 persen. Penyebabnya karena awal musim kemarau tahun ini, masih ada hujan," ucap dia.
"Selain itu, masyarakat juga trauma dengan harga tembakau tahun lalu, yang tak sesuai harapan petani," tambahnya.
Dia menambahkan untuk saat ini harga jual tembakau memang belum muncul.
Hal itu karena belum banyak petani yang melakukan panen.
Hanya saja, untuk sebagian kecil yang telah dipanen itu harganya Rp 8-9 ribu per kilogram daun basah.
"Kalau tembakau krosok (daun paling bawah). Malah mahal. Rp 25 sampai 30 ribu per kilogram," ujar Sularsih.
(*)
ALASAN Sopir Pikap Divonis 8 Bulan Bui Pasca Buat Petani Tewas Terlempar di Boyolali, Dianggap Lalai |
![]() |
---|
Sopir dalam Insiden Laka Mobil Pikap Sayur di Selo Boyolali Divonis 8 Bulan Penjara |
![]() |
---|
3 Fakta Menghitamnya Sungai di Sambi Boyolali, Pelaku Pembuang Limbah yang Cemari Diminta Bertobat |
![]() |
---|
Diduga Tercemar Limbah, Sungai di Sambi Boyolali Keruh Hitam dan Berbau |
![]() |
---|
Warga di Dua Desa Boyolali Resah, Sungai yang Biasa Mereka Gunakan Tercemar Limbah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.