Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Didukung Koalisi Gemuk, Prabowo Disarankan Pilih Cawapres Dari Partai Politik Non Parlemen

Pengamat Politik dari Lembaga Riset Publik (LRP), Muhammad Al-Fatih, mengatakan bacawapres Prabowo Subianto bukan sekedar "ban serep".

Penulis: Tribun Network | Editor: Erlangga Bima Sakti
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra saat menghadiri acara perayaan ulang tahun ke 25 PAN di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (28/8/2023). 

TRIBUNSOLO.COM - Bacapres Prabowo Subianto didukung koalisi gemuk dalam Pilpres 2024 mendatang. Sejumlah partai politik besar bergabung di koalisinya.

Partai itu adalah Gerindra, Golkar, PAN, PBB dan Gelora. Partai Demokrat dikabarkan sebentar lagi juga bakal merapat.

Namun hingga saat ini, siapa sosok cawapres Prabowo belum juga diumumkan.

Pengamat Politik dari Lembaga Riset Publik (LRP), Muhammad Al-Fatih, mengatakan bacawapres Prabowo Subianto bukan sekedar "ban serep".

Baca juga: Jokowi Bantah Minta PKB Dukung Prabowo-Erick Thohir, Respons Pernyataan Viral Gus Yusuf

"Saya menyarankan agar Prabowo memilih cawapres dari parpol non parlemen yang bisa menjadi "jalan tengah" yang bisa diterima, baik oleh Gerindra sendiri maupun Golkar, PAN, Demokrat, Gelora dan PSI," kata dia dalam keterangannya pada Selasa (19/9/2023).

Menurut dia, nama Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra sebagai bacawapres jalan tengah.

Dia menilai Yusril merupakan sosok negarawan, intelektual, dan politisi. Itu yang bakal diterima oleh semua golongan, modernis maupun tradisionalis.

Baca juga: SBY Disebut Bakal Turun Gunung untuk Menangkan Prabowo, Ganjar: Bagus, Semua Partai Harus Begitu

"Secara pribadi, nilai lebih ini tidak dimiliki oleh calon lain yang disebut-sebut sebagai bacawapres Prabowo," kata dia.

Selain mumpuni dalam ilmu hukum, kata dia, Yusril mempunyai pendidikan S3 Ilmu Politik dan Filsafat Islam.

Menurut dia sangat jarang ada orang yang berminat menggabungkan disiplin ilmu yang berbeda itu.

"Saya berpendapat Yusril bisa menjadi bacawapres jalan tengah dari Koalisi IM pimpinan Prabowo. Insya Allah, dia bukan saja dapat diterima sebagai kompromi kubu IM, tetapi sebagai kompromi seluruh lapisan masyarakat Indonesia," pungkas dia. (*)

 

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved