Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Boyolali

Monyet Ekor Panjang Kian Meresahkan, Sudah Berani Masuk Rumah Warga Lampar Boyolali 

Keberadaan monyet ekor panjang meresahkan masyarakat lereng merapi. Mereka sudah melakukan berbagai cara untuk menghalau.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Zharfan Muhana
Ilustrasi monyet ekor panjang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Serangan Monyet ekor panjang kian meresahkan masyarakat di lereng Merapi.

Tak hanya di Songgobumi, Desa Mriyan, Monyet ekor panjang juga menyerang wilayah Desa Lampar, Dragan dan sekitarnya. 

Serangan Monyet ini kian berani saja.

Tak hanya menyerang tanaman, tapi sudah berani masuk ke dalam rumah hingga merusak genting untuk mencuri makan.

Wardi salah satu warga Tegalsari, Desa Lampar, Kecamatan Tamansari cukup mengeluh kondisi ini. 

Pasca erupsi 2010 menjadi awal kawanan monyet ini mendekati kawasan perkebunan warga.

Sejak saat itu, populasi monyet ekor panjang bertambah dan menjadi beberapa koloni.

Pemandangan monyet masuk perkebunan warga sudah menjadi hal biasa.

Tanaman pisang, singkong dan bahkan rumput jadi sasaran monyet.

Baca juga: Teror Kawanan Monyet di Dukuh Nglundu Boyolali, Sebulan Terakhir Intai Buah Hasil Tanaman Warga

Bahkan rumput-rumput pakan ternak juga dicabuti. 

"Ada yang berani masuk dan merusak rumah juga, karena mencari makan ya.  berani masuk rumah," terangnya Senin (2/10/2023).

Untuk mengatasi serangan Monyet ini

Warga hanya bisa menghalau dengan galah panjang dan suara tepuk tangan saja. 

Selain itu, agar tanaman aman, warga memasang jaring di sekeliling lahan. 

Kades Lampar, Kecamatan Tamansari, Edi Susanto, menambahkan berbagai cara sudah dilakukan untuk menghalau monyet-monyet itu. 

Warga mengepung koloni monyet yang bersarang di jurang itu dengan menyalakan mercon. 

Monyet-monyet itu langsung lari dan beruntungnya tidak kembali lagi. 

"Kami sudah laporan ke kabupaten, provinsi. Tapi belum ada solusi yang tepat. Lalu dari Pak Camat (Tamansari) itu kerjasama dengan lembaga (Pengendali hama) dari Jawa Barat itu, monyet itu ditangkapi terus dipindahkan ke hutan gunung sana. Sudah ada beberapa warga desa lain yang menangkap," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved