Berita Boyolali
Jeritan Pembudidaya Lebah Madu di Boyolali, Harga Anjlok, Jualan di Pinggir Jalan Tak Ada yang Beli
Ketika produksi madu melimpah ruah, para pembubidaya lebah madu dihadapkan masalah pemasaran dan anjloknya harga madu di pasaran.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Pembubidaya lebah madu di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, menjerit karena harga komoditas yang mereka jual kini anjlok.
Ketika produksi madu melimpah ruah, para pembubidaya lebah madu dihadapkan masalah pemasaran dan anjloknya harga madu di pasaran.
Ya, musim kemarau seperti sekarang ini menjadi momen panen rayanya petani madu, sehingga harusnya mereka bisa bersuka cita.
Baca juga: Cara Dosen Universitas Boyolali Bikin Anak Zaman Now Suka Kuliner Tradisional, Bikin Game Interaktif
Tanaman pohon yang tengah berbunga memiliki banyak kandungan madu yang menjadi sumber pangan lebah.
Namun apa mau dikata, menurut Trisnanto (37) salah satu pembudidaya madu, harga madu lebah saat ini turun drastis, bahkan untuk pemasaran juga sangat sulit.
"Anjlok sekarang. Dari Rp 110 ribu per kilogram, saat ini jadi Rp 40 ribu saja," katanya, kepada TribunSolo.com, Minggu (8/10/2023).
Dia pun mengaku belakangan ini mulai kesulitan memasarkan madu produksinya.
Padahal, sebelumnya, saat melakukan panen madu di lokasi penggembelaan lebah, sudah banyak pengguna jalan yang membeli.
Baca juga: Pembudidaya Lebah Madu di Boyolali Kena Tipu Makelar Asal Pati, Rugi Total Rp 47 Juta
Tak jarang saat panen saja, uang Rp 1 juta bisa dia dapatkan hanya dengan menjual madu kepada pengendara.
"Tapi sekarang, enggak ada. Satu pun enggak ada yang berhenti untuk beli madu," tambahnya.
Selain madu, produksi lebah lainnya berupa Royal Jelly juga turun.
Dari Rp 750 ribu per kg, saat ini harganya tinggal Rp 600 ribu saja.
"Harga Lebahnya juga turun. Setahun lalu, per glodok (kubus berisi penuh lebah) bisa dijual Rp 1,2 juta. Sekarang cuma Rp 400-500 ribu," tambahnya.
Baca juga: Mengenal Mad Honey, Madu Memabukkan Asal Nepal, Pernah Dipakai Untuk Meracuni Musuh
Dia menyebut komunitas pembudidaya lebah madu tak bisa berbuat banyak dalam pengendalian harga madu dan pemasarannya.
Anggotanya yang sangat banyak dan pembudidaya memiliki kebutuhan masing-masing membuat harga madu tak bisa dipatok.
"Misalnya ada petani butuh uang. Disuruh nahan (tak menjual) madunya jika dibeli dengan harga murah, kan tidak bisa."
"Padahal ini semua petani lagi panen. pasti mereka berlomba-lomba gimana caranya madunya cepat terjual, untuk dapat uang," pungkas dia.
(*)
ALASAN Sopir Pikap Divonis 8 Bulan Bui Pasca Buat Petani Tewas Terlempar di Boyolali, Dianggap Lalai |
![]() |
---|
Sopir dalam Insiden Laka Mobil Pikap Sayur di Selo Boyolali Divonis 8 Bulan Penjara |
![]() |
---|
3 Fakta Menghitamnya Sungai di Sambi Boyolali, Pelaku Pembuang Limbah yang Cemari Diminta Bertobat |
![]() |
---|
Diduga Tercemar Limbah, Sungai di Sambi Boyolali Keruh Hitam dan Berbau |
![]() |
---|
Warga di Dua Desa Boyolali Resah, Sungai yang Biasa Mereka Gunakan Tercemar Limbah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.