Berita Boyolali
Penanganan Serangan Monyet di Lereng Merapi Boyolali : 46 Ekor Tertangkap, Diserahkan ke BKSDA
Proses penanganan serangan monyet ekor panjang (MEP) lereng Gunung Merapi masih berlangsung.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Proses penanganan serangan monyet ekor panjang (MEP) lereng Gunung Merapi masih berlangsung di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali.
Proses penanganan tersebut dilakukan dengan melakukan penangkapan melalui jebakan alami yang di pasang di ladang hingga pekarangan rumah warga.
Ada lebih kurang 5 ekor MEP yang berhasil tertangkap selama beberapa hari ini.
Penanganan serangan MEP, untuk diketahui, dilakukan karena hewan tersebut telah merusak tanaman di ladang serta masuk ke rumah warga.
Baik melalui pintu yang tak dikunci maupun melalui genting rumah.
Baca juga: Surili, Spesies Monyet Terancam Punah, Muncul di Gunung Merapi : Cari Buah di Jurang Lereng Merapi
Serangan MEP, salah satunya, dirasakan petani Desa Sangup, Purwadi.
"Kalau pintunya nggak ditutup ya masuk rumah, cari makan. Atap genting rumah juga diorak-arik (dirusak)," jelas, Purwadi, Selasa (10/10/2023).
Purwadi mengaku sudah berhasil menangkap dua ekor monyet dalam beberapa hari ini.
Monyet yang masuk ke perangkapnya itu pun monyet yang besar-besar.
"Kami buat jebakan untuk mengurangi populasi monyet. Hasilnya sudah lumayan sekali, sudah dapat banyak," katanya.
Dalam satu bulan terakhir, warga Dukuh Sudimoro telah berhasil menangkap 10 ekor monyet.
Baca juga: Rencana Pengkajian Ulang Penutupan Jalur Pendakian Gunung Merapi : BTNGM Bakal Gandeng BPPTKG Jogja
Monyet-monyet tersebut kemudian ditampung di kandang yang telah disiapkan, di rumah Sugino, warga Dukuh Kembang Rowo, Desa Sangup.
Monyet itu kemudian diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali.
Kepala Desa Sangup, Triyono, juga menyatakan serangan monyet ekor panjang sangat mengganggu warga. Merusak tanaman pertanian warga.
Warga kemudian membuat jebakan untuk menangkapinya.
"Hari ini kami serahkan lima ekor monyet ke BKSDA. Dalam waktu sekitar satu bulan terakhir ada 46 ekor yang tertangkap," terang Triyono.
Triyono juga menyebutkan, serangan monyet di Desa Sangup sudah terjadi di seluruh wilayah desa.
"Di semua jurang ada monyetnya semua," pungkasnya.
(*)
ALASAN Sopir Pikap Divonis 8 Bulan Bui Pasca Buat Petani Tewas Terlempar di Boyolali, Dianggap Lalai |
![]() |
---|
Sopir dalam Insiden Laka Mobil Pikap Sayur di Selo Boyolali Divonis 8 Bulan Penjara |
![]() |
---|
3 Fakta Menghitamnya Sungai di Sambi Boyolali, Pelaku Pembuang Limbah yang Cemari Diminta Bertobat |
![]() |
---|
Diduga Tercemar Limbah, Sungai di Sambi Boyolali Keruh Hitam dan Berbau |
![]() |
---|
Warga di Dua Desa Boyolali Resah, Sungai yang Biasa Mereka Gunakan Tercemar Limbah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.