Berita Sragen
Warga Sepat Sragen Tewas Pasca Terjatuh dari Pohon Mangga Setinggi 5 Meter, Sempat Tersetrum Dulu
Karena terjatuh dari ketinggian tersebut, korban mengalami luka parah pada bagian wajah, tulang tengkorak patah, dan pergelangan tangan kanan patah.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Seorang pria warga Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen meninggal dunia saat memangkas daun di pohon mangga, Jumat (20/10/2023).
Pria tersebut diketahui bernama Andi Mulyono (58).
Kepala Desa Sepat, Mulyono mengatakan salah satu warganya itu bukan meninggal dunia karena tersetrum.
Melainkan, korban meninggal dunia karena terjatuh dari pohon dari ketinggian hingga 5 meter.
"Jatuh dari pohon mangga, pohon mangganya dibawah tiang listrik, ya sabitnya menyentuh kabel listrik, sampai meninggal itu karena jatuhnya, bukan karena tersetrum," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (20/20/2023).
"Tinggi pohonnya kira-kira 5 sampai 6 meter, kurang lebih, dibawah pohon berupa cor-coran, yang terjatuh kepalanya terlebih dahulu," sambungnya.
Lanjutnya, korban hanya mengalami luka bakar pada tangan kiri karena tersetrum.
Sedangkan, karena terjatuh dari ketinggian tersebut, korban mengalami luka parah pada bagian wajah, tulang tengkorak patah, dan pergelangan tangan kanan patah.
Terpisah, Kapolres Sragen, AKBP Jamal Alam mengatakan korban mulai memangkas pohon mangga di depan rumahnya itu sekira pukul 10.00 WIB.
Baca juga: Dilema Bawaslu Sragen, Mau Tindak Baliho Salahi Aturan Tapi Belum Masa Kampanye, Ini Penjelasannya!
Baca juga: Sragen Belum Lepas dari Pusaran Kemiskinan, Penduduk Miskin Hanya Turun 0,07 Persen di 2023
Sekitar 15 menit kemudian, korban turun dan mengeluh kepada seorang tetangga, karena tidak sanggup memanjat lagi.
"Korban sebelumnya mengeluh sudah tidak sanggup lagi memanjat pohon mangga karena capek, tetangga korban sempat menawarkan untuk mencarikan orang lain untuk membantu memangkas pohon," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (20/10/2023).
Lanjutnya, tetangga korban tersebut pulang ke rumah.
Tak lama, ada orang berteriak minta tolong, dan tetangga korban tersebut berlari menuju rumah korban.
Saat dicek, korban sudah tergeletak di bawah pohon mangga dengan kondisi kepala berlumuran darah.
Korban lantas dievakuasi menuju ke rumah korban dan salah satu warga lapor ke Polsek Masaran.
"Atas kejadian tersebut, keluarga korban membuat surat pernyataan telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas, dan menolak untuk diautopsi," ujarnya.
"Jenazah korban lantas diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Warga-Desa-Sepat-Sragen-meninggal-karena-terjatuh-dari-pohon-mangga-setinggi-kurang-lebih-5-meter.jpg)