Berita Solo
Uniknya Cara Membersihkan Canthik Rajamala, Gunakan Teknik Ilmiah tapi Tak Lupakan Tradisi
Museum Radya Pustaka mengadakan agenda Festival Rajamala. Di sana ada pembersihan Canthik atau kepala kapal Rajamala.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Canthik atau kepala kapal Rajamala menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan Kota Solo yang kini tersimpan rapi di Museum Radya Pustaka.
Canthik Rajamala sendiri merupakan bagian depan kapal yang digunakan Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Paku Buwana V untuk menyusuri Bengawan Solo pada tahun 1820.
Bertepatan dengan Hari Jadi ke-133 tahun Museum Radya Pustaka salah satunya diisi dengan konservasi Canthik Rajamala yang dikemas dalam agenda Festival Rajamala.
Kepala UPT Museum Solo, Bonita Rintyowati menyebut teknik konservasi Canthik Rajamala cukup menarik
Karena menggabungkan ilmu pengetahuan dan tradisi budaya Jawa untuk pertama kalinya.
"Pembersihan Canthik Rajamala menggunakan air rendaman tembakau, cengkeh, debok pisang yang kering yang sudah direndam sejak 2 hari dan tadi pagi baru diperesi airnya baru kami bawa ke sini untuk membersihkan kayunya," ujar Bonita saat ditemui dikonfirmasi, Rabu (25/10/2023).
Tidak mengandung unsur klenik, pihaknya memilih teknik ilmiah untuk mengkonservasi Canthik Rajamala dengan tujuan agar benda bersejarah ini utuh dan tidak rusak.
"Kalau air biasa kami kurang tahu efeknya takut merusak koleksi sesuai dengan teknik science menggunakan cara itu. Karena ini Museum Radya Pustaka masih kental akan budaya Jawa dan tertua juga saya tetap menghormati," sambungnya.
Dengan seizin Raja Keraton Surakarta Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi, konservasi Canthik Rajamala dilakukan dengan melibatkan abdi dalem Keraton Surakarta.
Prosesi konservasi juga dipimpin oleh Ulama Keraton Surakarta.
Baca juga: Museum Batik Danar Hadi Solo : Ada 100 Pieces Lebih Batik Zaman Kolonial Belanda, Sejak 1840
"Selain ada prosesi kami buat pertunjukkan yang menggabungkan science dan budaya Jawa. Kolaborasi ilmu pengetahuan dan tradisi budaya Jawa, yang mimpin doa Ulama Keraton Surakarta, proses pembersihannya memakai metode science tanpa unsur klenik," jelas dia.
Setelah dikonservasi, Canthik Rajamala akan dikembalikan ke ruangan Museum Radya Pustaka.
Rencananya konservasi ini akan menjadi agenda tahunan setiap kali Museum Radya Pustaka berulang tahun.
"Konservasi bisa dilakukan kapanpun juga dengan menghormati tradisi. Semua anak-anaknya itu dibersihkan selesai dikembalikan masuk ke ruangan. Selama ini belum pernah dikonservasi, terakhir 2010 menggunakan air biasa dan akhirnya banyak komplain. Untuk yang tahunan ini juga menarik perayaan ultah masterpiece Rajamala kenapa nggak kita adakan setiap tahun. Semoga ke depan berlangsung terus ini diinisiasi tahun ini," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Konservasi-benda-bersejarah-Canthik-Rajamala.jpg)