Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo

Jelang Akhir Masa Jabatan, Gibran Bertekad Tekan Jumlah Rumah Tidak Layak Huni di Kota Solo

Untuk menekan angka RTLH, pihaknya akan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat ditemui, Selasa (31/10/2023) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bertekad menekan angka Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Ia pun mengakui belum semua RTLH bisa direnovasi.

"Belum meng-cover semua. Tapi kita bisa carikan semua. Ada CSR, APBD. Sangkrah memang daerah yang perlu mendapat atensi khusus. Masih banyak. Tapi kita selesaikan terus," jelas Gibran, usai meninjau renovasi RTLH di Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon.

Kelurahan Sangkrah menjadi salah satu daerah yang paling banyak terdapat RTLH.

Untuk menekan angka RTLH, pihaknya akan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

"Dicicil dikit-dikit. Dicicil ya. Sini yang paling banyak Sangkrah. Makanya banyak CSR. Kita keroyokan terutama di Sangkrah. CSR atau ngantri APBD," terangnya.

Fasilitator RTLH Disperkim Kota Solo Roni Murtopo menjelaskan salah satu perusahaan yang menggelontorkan dana CSR yakni PT. SHA yang merenovasi 74 unit RTLH.

"Kalau dari SHA 74 unit. Untuk Sangkrah ada 12 unit dan ini udah dikerjakan 10 unit udah selesai. 2 unit baru proses pengiriman material," jelasnya.

Baca juga: Dampingi Erick Thohir di Trophy Experience Piala Dunia U-17, Gibran Kosongkan Jadwal Blusukan

Baca juga: Survei PKS Solo : Sebagian Besar Warga Solo Berharap Gibran Rampungkan Masa Jabatan Wali Kota

Masing-masing unit dianggarkan Rp 20 juta.

"Dana 20 juta. Untuk 17,5 juta material sesuai kebutuhan rumahnya dan 2,5 untuk upah tukang," terangnya.

Desain rumah yang direnovasi menyesuaikan kebutuhan. Jika rumah dihuni lebih dari 1 Kepala Keluarga (KK) maka rumah dibuat 2 tingkat.

"Desainnya kita sesuaikan sesuai yang punya rumah. Ada 1 rumah 1 KK, ada 3 KK. Kalau untuk tingkat itu penghuninya satu rumah 3 KK. Otomatis peningkatan ke atas untuk membuat ruang tempat tidur," jelasnya.

Program yang dilakukan PT. SHA ini telah dimulai sejak Agustus 2023 lalu.

Ia memperkirakan untuk di Kelurahan Sangkrah bisa selesai sampai pertengahan November 2023.

"Ini dimulai bulan Agustus. Kalau yang Sangkrah pertengahan November selesai. Ini nanti PT. SHA setiap bulan kuotanya 20 unit. Totalnya PT. SHA memberikan 74 unit CSR," terangnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved