Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Kontroversi Prabowo-Gibran Merebak dan Dicap Politik Dinasti, Pengamat Sebut AMIN Paling Diuntungkan

Yunarto mengatakan, saat ini banyak pendukung Prabowo yang tidak bisa menerima Gibran.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Wartakotalive/Yolanda Putri Dewanti
Berikut ini daftar nama publik figur yang mendaftarkan diri sebagai caleg dan berada di barisan pendukung pasangan Anies-Cak Imin di Pilpres 2024. 

TRIBUNSOLO.COM - Jika kontroversi Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapes) Prabowo Subianto semakin parah, hal itu bisa jadi keuntungan tersendiri bagi Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya menyampaikan analisis itu dalam dialog Kompas Petang Kompas TV, Senin (6/11/2023).

“Kontroversi isu yang meluas, pertama malah akan menguntungkan pasangan Amin,” tuturnya.

Baca juga: Pengamat Sebut Anies Baswedan Lihai Berpolitik, Dulu Gubernur Kini Dipercaya Parpol Jadi Capres

Yunarto mengatakan, saat ini banyak pendukung Prabowo yang tidak bisa menerima Gibran.

Mereka yang menolak ini cenderung berasal dari basis investasi elektoral Prabowo pada Pilpres 2014 dan 2019.

“Kecenderungan kekecewaan terbesar dari pendukung Pak Prabowo yang tidak bisa menerima Mas Gibran itu adalah basis pendukung Pak Prabowo yang berasal dari investasi elektoral 2014 dan 2019.”

“Pendukung Pak Prabowo di 2014 dan 2019 ini cenderung anti-Jokowi, karena persaingan Pak Jokowi dan Pak Prabowo,” jelasnya dikutip dari Kompas.tv.

Baca juga: Kode Anies Baswedan Ungkap Sosok Kapten Tim Pemenangan Nasional AMIN: Bukan Superhero, tapi Avenger

Ia berpendapat, bukan tidak mungkin kekecewaaan mereka diwujudkan dalam bentuk pengalihan dukungan kepada pasangan Anies-Muhaimin.

“Bukan tidak mungkin kekecewaan itu akan kemudian bermigrasi pada pilihan kepada Anies Baswedan dan Cak Imin, sebagai simbol dari antitesa Jokowi.”

Kontroversi Prabowo-Gibran menurutnya juga tak sekadar menguntungkan pasangan Anies-Muhaimin, namun juga Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Menurut Yunarto, Ganjar-Mahfud MD bisa mendapatkan suara dari basis pemilih yang tidak setuju dengan majunya Gibran sebagai bakal cawapres Prabowo.

Baca juga: PDIP Minta Bobby Nasution Tak Main Dua Kaki, Segera Kembalikan KTA karena Dukung Prabowo-Gibran

“Di satu sisi, Mas Ganjar juga berpeluang untuk kemudian mendapatkan basis pemilih kritis yang tadinya misalnya merasa lebih yakin dengan Pak Prabowo karena isu petugas partai dari Mas Ganjar atau tidak sukanya dengan PDI Perjuangan.”

“Tapi, dengan offside-nya pilihan atau direstuinya Mas Gibran sebagai cawapres, bukan tidak mungkin itu akan membuat pemilih yang tadinya tidak ke Mas Ganjar justru kembali ke Mas Ganjar,” beber Yunarto.

Dirinya lantas menyampaikan analisis kemungkinan putusan Mahkamah Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) soal putusan MK yang mengenai batas usia capres-cawapres, akan mempengaruhi elektabilitas pasangan capres-cawapres.

Saat ini kata dia ada dua  kemungkinan putusan MKMK, yakni membatalkan putusan MK atau pemberian hukuman kepada hakim yang dianggap melanggar kode etik.

Baca juga: KIM Yakin Prabowo-Gibran Bakal Unggul di Banten, Ungkit Kemenangan di Pilpres 2019

Halaman
12
Sumber: Kompas TV
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved