Pemilu 2024
Anies Baswedan Sebut IKN Bisa Sebabkan Ketimpangan Baru, Ganjar Pranowo Tak Mau Komentar Banyak
Adapun Anies Baswedan dalam pernyataan sebelumnya menyebut jika IKN bisa menyebabkan ketimpangan baru.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Calon Presiden nomor urut tiga Ganjar Pranowo tak bicara banyak saat diminta menanggapi pernyataan Anies Baswedan soal Ibu Kota Negara (IKN).
Adapun Anies Baswedan dalam pernyataan sebelumnya menyebut jika IKN bisa menyebabkan ketimpangan baru.
Ganjar Pranowo menegaskan, semua orang berhak berbicara tentang apa pun.
Baca juga: Elektabilitas Ganjar-Mahfud MD Menurun di Survei Terbaru, PDIP Sebut Hasil Bisa Diintervensi
"Mereka silakan saja, apa saja," kata Ganjar singkat kepada awak media di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Kamis (23/11/2023).
Diberitakan, calon presiden Anies Baswedan sempat memberikan pernyataan soal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Pulau Kalimantan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Anies Baswedan mengungkapkan hal itu saat menjawab pertanyaan dari panelis dalam acara Dialog Terbuka Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu (22/11/2023).
Setelah pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menyampaikan visi misi dalam Pilpres 2024, ada seorang panelis yang menanyakan mengenai pembangunan IKN apakah prospektif untuk Indonesia di masa depan.
Baca juga: Pembangunan IKN : Dikritik Anies Baswedan, Gibran Enggan Menanggapi
Panelis itu adalah peneliti Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, Prof Siti Zuhro.
Anies menjawab tujuan dari IKN ini malah menimbulkan pertimpangan baru.
"Kalau dengan alasan pemerataan, karena itu menghasilkan sebuah kota baru yang timpang dengan daerah lainnya," kata Anies menjawab pertanyaan dari panelis.
Dirinya juga menegaskan pemerataan bisa dilakukan jika pemerintah serius menggarap isu tersebut.
Baca juga: Blak-blakan Anies-Cak Imin Soal Menterinya Nanti, Bila Menang Janji Tidak Tinggalkan Muhammadiyah
Seperti kota yang sudah ada saat ini dikembangkan dari kota kecil ke kota skala menengah.
Kemudian, kota skala menengah diberikan program agar bisa berkembang menjadi kota besar.
"Meratakan Indonesia dengan cara membangun kota kecil menjadi menengah, menengah jadikan besar di seluruh wilayah Indonesia."
"Bukan malah membangun satu kota di tengah hutan," ujarnya.
Anies juga menjabarkan bahwa hal itu menimbulkan ketimpangan baru.
"Jadi, antara tujuan dan langkah yang dikerjakan itu nggak nyambung, kami melihat ini problem. Karena itu ini harus dikaji secara serius, karena tujuan kita Indonesia yang setara Indonesia yang merata," pungkasnya.
(*)
Gibran Menyambut Bergabungnya PKS di Koalisi Pemerintah, Soal PDIP Tunggu Keputusan Prabowo |
![]() |
---|
Gagal Dilantik, Caleg dari PDIP Datangi Kantor KPU Lagi dan Minta Tunda Pelantikan DPRD Karanganyar |
![]() |
---|
Anggota DPRD Boyolali Periode 2024-2029 Dilantik, Susetya Kusuma Jadi Ketua Sementara |
![]() |
---|
Jalan Tarso dan Teguh di Pilkada Wonogiri Jateng Makin Terbuka, Golkar Beri Rekomendasi |
![]() |
---|
Blak-blakan Teguh Prakosa Bicara Soal Koalisi di Solo Jateng: Sebut Masih Cair, Bisa Berubah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.