Pemilu 2024
Anies Singgung Harga Pangan Makin Mahal di Indonesia, Bandingkan dengan Negara-negara Tetangga
Anies Baswedan menilai harga beberapa komoditas pangan di dalam negeri lebih mahal ketimbang harga pangan di negara lain.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, menyoroti mahalnya harga bahan pangan di Indonesia.
Anies Baswedan menilai harga beberapa komoditas pangan di dalam negeri lebih mahal ketimbang harga pangan di negara lain.
Ia mencontohkan, harga daging dan telur di Indonesia lebih mahal dua sampai tiga kali lipat dibandingkan harga daging di Singapura dan Malaysia.
Baca juga: Anies Janji Teruskan Jalan Tol Tanpa Menggusur, Jadikan Rakyat Pemilik Saham
Harga telur pun demikian, di Tanah Air justru lebih mahal.
"(Harga daging) di kita bisa dua sampai tiga kali lipat lebih mahal. Harga telur kita lebih mahal daripada harga telur di Jepang," kata Anies dalam acara GAGAS RI yang tayang di Kompas TV, Rabu (22/11/2022).
Anies lantas menyinggung soal kenaikan harga beras yang konsisten menanjak sebanyak hampir 30 persen selama tujuh tahun terakhir.
Harga bahan pangan seperti minyak goreng, gula pasir, hingga cabai merah juga disebutnya terus naik.
"Lihat minyak goreng naiknya 55 persen, gula pasir 11 persen, daging 29 persen, cabai merah naiknya 113 persen. Bila ini tidak ditata dengan baik maka keluarga Indonesia makin hari akan makin merasakan tekanan yang luar biasa," ujar Anies.
Baca juga: Elektabilitas Ganjar-Mahfud MD Menurun di Survei Terbaru, PDIP Sebut Hasil Bisa Diintervensi
Imbas dari harga pangan mahal itu membuat pengeluaran rumah tangga untuk pangan jadi lebih banyak
Dirinya mencatat, sekitar 50 persen pengeluaran rumah tangga hanya untuk bahan pangan.
Menurut Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, harga pangan yang mahal merupakan masalah mendasar yang harus segera diperbaiki.
"Kalau kita lihat hari ini 50 persen pengeluaran rumah tangga adalah untuk pangan. Bandingkan negara lain, di Vietnam 31 persen, Malaysia 27 persen, Afrika Selatan 21 persen, dan Jepang 16 persen," kata Anies.
Alasan harga pangan di Indonesia melonjak menurutnya karena tata niaga di dalam negeri tidak diperbaiki.
Baca juga: Pembangunan IKN : Dikritik Anies Baswedan, Gibran Enggan Menanggapi
Ia mengatakan, banyak produktivitas lahan yang rendah, di samping makin minimnya lahan pertanian.
Kemudian, pelaksanaan tata ruang dibiarkan menyimpang dari rencana awal. Lalu, tata kelola distribusi yang tidak efisien sehingga meningkatkan biaya logistik yang berpengaruh pada harga pangan.
"Dan bila ini dibiarkan terus, maka akan tergerus kawasan-kawasan yang sangat subur. Kalau kita lakukan koreksi di situ, maka kami yakin akan terjadi perubahan. Apa yang jadi gagasan kita? Kita ingin tiga hal, pangan cukup, petani sejahtera, dan harga terjangkau," ujar Anies.
(*)
Gibran Menyambut Bergabungnya PKS di Koalisi Pemerintah, Soal PDIP Tunggu Keputusan Prabowo |
![]() |
---|
Gagal Dilantik, Caleg dari PDIP Datangi Kantor KPU Lagi dan Minta Tunda Pelantikan DPRD Karanganyar |
![]() |
---|
Anggota DPRD Boyolali Periode 2024-2029 Dilantik, Susetya Kusuma Jadi Ketua Sementara |
![]() |
---|
Jalan Tarso dan Teguh di Pilkada Wonogiri Jateng Makin Terbuka, Golkar Beri Rekomendasi |
![]() |
---|
Blak-blakan Teguh Prakosa Bicara Soal Koalisi di Solo Jateng: Sebut Masih Cair, Bisa Berubah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.