Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Anies Singgung Harga Pangan Makin Mahal di Indonesia, Bandingkan dengan Negara-negara Tetangga

Anies Baswedan menilai harga beberapa komoditas pangan di dalam negeri lebih mahal ketimbang harga pangan di negara lain.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
(KOMPAS.com / IRFAN KAMIL)
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Perubahan Anies Rasyid Baswedan saat ditemui di Hotel Paragon, Jakarta Pusat, Minggu (12/11/2023. 

TRIBUNSOLO.COM - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, menyoroti mahalnya harga bahan pangan di Indonesia.

Anies Baswedan menilai harga beberapa komoditas pangan di dalam negeri lebih mahal ketimbang harga pangan di negara lain.

Ia mencontohkan, harga daging dan telur di Indonesia lebih mahal dua sampai tiga kali lipat dibandingkan harga daging di Singapura dan Malaysia.

Baca juga: Anies Janji Teruskan Jalan Tol Tanpa Menggusur, Jadikan Rakyat Pemilik Saham

Harga telur pun demikian, di Tanah Air justru lebih mahal.

"(Harga daging) di kita bisa dua sampai tiga kali lipat lebih mahal. Harga telur kita lebih mahal daripada harga telur di Jepang," kata Anies dalam acara GAGAS RI yang tayang di Kompas TV, Rabu (22/11/2022).

Anies lantas menyinggung soal kenaikan harga beras yang konsisten menanjak sebanyak hampir 30 persen selama tujuh tahun terakhir.

Harga bahan pangan seperti minyak goreng, gula pasir, hingga cabai merah juga disebutnya terus naik.

"Lihat minyak goreng naiknya 55 persen, gula pasir 11 persen, daging 29 persen, cabai merah naiknya 113 persen. Bila ini tidak ditata dengan baik maka keluarga Indonesia makin hari akan makin merasakan tekanan yang luar biasa," ujar Anies.

Baca juga: Elektabilitas Ganjar-Mahfud MD Menurun di Survei Terbaru, PDIP Sebut Hasil Bisa Diintervensi

Imbas dari harga pangan mahal itu membuat pengeluaran rumah tangga untuk pangan jadi lebih banyak

Dirinya mencatat, sekitar 50 persen pengeluaran rumah tangga hanya untuk bahan pangan.

Menurut Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, harga pangan yang mahal merupakan masalah mendasar yang harus segera diperbaiki.

"Kalau kita lihat hari ini 50 persen pengeluaran rumah tangga adalah untuk pangan. Bandingkan negara lain, di Vietnam 31 persen, Malaysia 27 persen, Afrika Selatan 21 persen, dan Jepang 16 persen," kata Anies.

Alasan harga pangan di Indonesia melonjak menurutnya karena tata niaga di dalam negeri tidak diperbaiki.

Baca juga: Pembangunan IKN : Dikritik Anies Baswedan, Gibran Enggan Menanggapi

Ia mengatakan, banyak produktivitas lahan yang rendah, di samping makin minimnya lahan pertanian.

Kemudian,  pelaksanaan tata ruang dibiarkan menyimpang dari rencana awal. Lalu, tata kelola distribusi yang tidak efisien sehingga meningkatkan biaya logistik yang berpengaruh pada harga pangan.

"Dan bila ini dibiarkan terus, maka akan tergerus kawasan-kawasan yang sangat subur. Kalau kita lakukan koreksi di situ, maka kami yakin akan terjadi perubahan. Apa yang jadi gagasan kita? Kita ingin tiga hal, pangan cukup, petani sejahtera, dan harga terjangkau," ujar Anies.

(*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved