Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Anies Sebut IKN Rawan Timbulkan Ketimpangan, Kubu Prabowo-Gibran : Justru Jadi Titik Awal Pemerataan

Budisatrio Djiwandono menyebut IKN sudah menjadi amanat konsitusi yang harus ditegakkan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Istimewa
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berkomitmen lanjutkan IKN. 

TRIBUNSOLO.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan dilanjutkan jika pasangan capres cawapres mereka memenangkan Pilpres 2024.

Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono, mengungkapkan hal itu merespons kritikan Anies Baswedan terkait pembangunan IKN.

Budisatrio Djiwandono menyebut IKN sudah menjadi amanat konsitusi yang harus ditegakkan.

Baca juga: Prabowo-Gibran Diklaim 100 Persen Siap Lanjutkan Pembangunan IKN Jika Menang di Pilpres 2024 Nanti

“Komitmen Prabowo-Gibran jelas, 100 persen Ibu Kota Nusantara harus dilanjutkan. Ini demi masa depan bangsa dan sudah menjadi amanat konstitusi," kata Budisatrio dalam keterangannya, Sabtu (25/11/2023).

Diketahui, sebelumnya calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, sempat melontarkan kritik terhadap proyek IKN di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Anies Baswedan menyampaikan kritik tersebut dalam acara Dialog Terbuka Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (22/11/2023).

Menurut Anies, IKN justru menciptakan ketimpangan baru dengan daerah lain.

Baca juga: Sekjen Partai Gerindra Sebut Prabowo Bertekad Tambah Anggaran Pembangunan IKN

"Kalau dengan alasan pemerataan, karena itu menghasilkan sebuah kota baru yang timpang dengan daerah lainnya" kata Anies menjawab pertanyaan dari panelis.

Sementara menurut Budisatrio, IKN merupakan langkah strategis dan visioner yang dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi.

Baginya, Jokowi sudah meletakkan sebuah pondasi untuk memulai pemerataan pembangunan di Indonesia.

Ia menilai pembangunan IKN adalah sebuah kebijakan politik strategis yang menunjukkan Indonesia sudah memulai keluar dari pola pikir yang Jawa-sentris.

Momentum IKN, sambungnya, harus dilihat sebagai momentum fokus pembangunan berbasis pertumbuhan yang merata.

Baca juga: Kondisi Rumput JIS Tuai Kritik Usai Direnovasi, Anies Beri Sindiran : Biar Urusan FIFA

“Ke depannya, Pulau Kalimantan terutama Kalimantan Timur dan Nusantara tidak disebut lagi sebagai daerah, tapi sebagai Ibu Kota," terang Budisatrio.

Ia meyakini, perhatian dunia internasional akan mengarah pada IKN, apalagi investasi akan masuk sehingga ekonomi bisa tumbuh secara cepat.

"Coba bayangkan dampaknya kepada Indonesia Timur. Inilah titik mula sebuah pemerataan," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved